Friday , January 24 2020
Home / Berita / Permohonan Pernyataan Pailit Ditolak, HIL Siapkan Upaya Kasasi

Permohonan Pernyataan Pailit Ditolak, HIL Siapkan Upaya Kasasi

JAKARTA-Perusahaan konstruksi asal Selandia Baru, H Infrastructure Limited (HIL), memastikan bakal melanjutkan perjuangan hukumnya ke tingkat kasasi, setelah mendapatkan kepastian bahwa permohonan pernyataan pailitnya atas PT Bangun Cipta Kontraktor (BCK) ditolak oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Penolakan tersebut secara resmi diputuskan dalam persidangan yang digelar pada Kamis (9/1) lalu. “Hasil persidangan menyatakan bahwa majelis hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menolak permohonan pernyataan pailit yang kami layangkan. Terkait hal ini, kami juga dapat pastikan bahwa perjuangan kami tidak berhenti sampai di sini. Kami akan lanjut ke upaya hukum kasasi,” ujar Kuasa hukum HIL Representative Office, Albert H Limbong, di Jakarta, usai persidangan.

Menurut Albert, rencana pengajuan kasasi pada kasus ini didasarkan pada keyakinan pihaknya bahwa BCK memiliki utang kepada HIL sebagaimana tertuang dalam permohonan pernyataan pailit atas BCK. “Faktanya, utang (BCK) itu terbukti memang ada, namun pengadilan menyatakan bahwa permohonan kami ditolak seluruhnya. Karena itu kami akan melakukan kasasi,” tutur Albert. Albert juga menilai bahwa persidangan yang dipimpin Hakim Ketua Abdul Kohar serta didampingi Hakim Anggota, Makmur dan John Tony Hutauruk terkesan janggal dan tidak memenuhi etika persidangan. “Sebelum putusan, kami diminta untuk menunggu di ruang persidangan Ruang Sarwata, namun secara sepihak permohonan kami diputuskan di Ruang Sujono. Ini aneh menurut kami,” ungkap Albert.

Bahkan, lanjut Albert, pada SIstem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mencantumkan bahwa agenda putusan permohonan pernyataan pailit BCK di Ruang Sarwata. “Kami dianggap tidak hadir di persidangan, padahal kami menunggu di Ruang Sarwata atas permintaan Panitera (Pengganti),” ungkapnya. Majelis hakim menyatakan bahwa sudah dilakukan pemanggilan secara patut kepada kuasa hukum HIL maupun BCK. “Kuasa hukum dari kedua belah pihak sudah hadir di pengadilan. Tetapi. Disebutkan oleh hakim bahwa putusan sudah dibacakan dan diputus tanpa kehadiran kami,” papar Albert.

Lebih lanjut Albert mengaku bahwa HIL tetap optimistis untuk melanjutkan persidangan ke tingkat kasasi dengan bukti-bukti yang sudah terhimpun, bahkan bukti baru pun akan diajukan pada persidangan kasasi. “Kami akan mengungkap hal-hal lain terkait utang BCK dan kami akan mendaftarkan upaya kasasi setidaknya sebelum delapan hari dari putusan,” tegas Albert. (JAT)

Check Also

Kemenkeu Berikan Tax Holiday ke Chandra Asri

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyetujui PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri) mendapatkan perolehan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *