Saturday , February 15 2020
Home / Berita / NARA Yakini Ada Peran ‘Bandar’ Di Balik Penundaan Listingnya
seorang investor tengah melintas di depan papan informasi harga saham di Gedung PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

NARA Yakini Ada Peran ‘Bandar’ Di Balik Penundaan Listingnya

 JAKARTA-PT Nara Hotel Internasional Tbk (NARA) masih terus mempermasalahkan ditundanya jadwal pencatatan perdana (listing) saham sebagai bagian akhir dari proses Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) yang dilakukan perusahaan dalam beberapa waktu terakhir. Pihak manajemen bahkan mencurigai adanya pihak-pihak yang sengaja bermaksud mengganggu proses IPO perusahaan lantaran ingin menguasai saham yang ditawarkan dalam jumlah besar namun tak kesampaian. “Ada upaya untuk menguasai saham IPO kami lalu gagal, sehingga mencoba menyerang balik dengan memunculkan isu-isu negatif. Ini menurut kami berkaitan dengan pilihan kami untuk lebih memberikan porsi pooling ke investor ritel agar harga saham nantinya tidak bisa dikontrol oleh bandar,” ujar Corporate Legal Director NARA, Yudistira Putra Sakti, di Jakarta, Jumat (7/2).

Karena lebih memilih berpihak pada para investor ritel, menurut Yudistira, maka dengan sendirinya hal itu menjadi bomerang bagi oknum mafia pasar modal yang ingin bertindak sebagai bandar untuk dapat menguasai saham perdana NARA. Alhasil, pihak-pihak inilah yang diyakini manajemen sengaja menganggu proses IPO dengan menghembuskan isu-isu buruk tentang perusahaan. “Praktik bandar seperti itu jelas merusak iklim investasi di pasar keuangan. Itu sudah ketinggalan jaman. Kami harus maju dan merubah mindset bahwa pasar modal Indonesia adalah milik masyarakat, bukan segelintir pemodal raksasa yang dapat mengontrol emiten dan memanipulasi pasar,” tutur Yudistira.

Dengan lebih mendorong saham perdananya untuk diperuntukkan bagi para investor ritel, lanjut Yudistira, pihaknya berharap masyarakat lebih bisa menikmati hasil positif dari aktifitas investasi. Dengan begitu maka iklim investasi di Indonesia tetap terjaga, senantiasa bertumbuh secara merata dan tidak dikuasai sekelompok orang saja. “Kami berharap keadilan dan regulator dapat segera membasmi oknum mafia-mafia pasar modal. Mari kita percayakan pada regulator yang berwenang menyelesaikan masalah ini,” tegas Yudistira. (JAT)

Check Also

Rekening Efek yang Diblokir akan Dipisahkan Satu per Satu

Jakarta – Sebanyak 800 rekening efek terkena blokir. Perintah blokir diamanatkan langsung oleh Kejaksaan Agung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *