Saturday , February 15 2020
Home / Berita / Penundaan IPO NARA Dikhawatirkan Berdampak Buruk Bagi Pasar Modal
seorang investor tengah melintas di depan papan informasi harga saham di Gedung PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Penundaan IPO NARA Dikhawatirkan Berdampak Buruk Bagi Pasar Modal

JAKARTA-Keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memerintahkan penundaan proses Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) PT Nara Hotel International Tbk (NARA) masih terus menyisakan polemik. Pihak emiten, calon investor yang telah melakukan pemesanan saham dan bahkan publik pasar modal nasional sejauh ini masih bertanya-tanya bagaimana keputusan yang pertama kali terjadi di Indonesia itu bisa diambil oleh Sang Regulator. Pihak-pihak yang berkepentingan tersebut pun masih terus menunggu seperti apa hasil keputusan yang bakal diambil OJK guna memberikan kepastian hukum atas proses IPO perusahaan yang bergerak di bisnis perhotelan itu.

Tak hanya menunggu hasil keputusan dari OJK sebagai regulator, sejumlah pihak lain justru mengkhawatirkan nasib industri pasar modal dalam negeri dan juga iklim investasi secara keseluruhan pasca dihentikannya proses IPO secara tiba-tiba pada H-1 sebelum dilaksanakannya proses pencatatan saham (listing). Pasalnya bila memang NARA nantinya diputuskan benar-benar batal melantai di bursa, tak sedikit pihak yang bakal dirugikan. “Harapannya agar OJK berpikir panjang dan matang sehingga tidak keliru dalam mengambil keputusan. (Kasus Ini) Tidak hanya (dapat merugikan) investor pooling, namun juga investor dari fix allotment. Perlu juga dipertimbangkan pandangan publik, baik investor maupun calon emiten. Khawatirnya, ke depan dengan adanya (kasus) ini para calon emiten makin tidak berani atau enggan untuk IPO karena takut bakal mengulang pengalaman buruk dari NARA. Investor juga bisa saja nggak berani invest karena di (IPO) NARA (investor) sudah pesan dan dapat penjatahan saham saja bisa dibatalkan. Jadi tidak ada kepastian hukum,” ujar salah satu trader yang enggan disebut namanya, saat ditemui, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam pandangan trader ini, manajemen NARA sebagai calon emiten sejauh ini tentu sudah menempuh proses bisnis yang demikian panjang untuk mempersiapkan diri agar bisa go public. Sehingga bila proses go public nantinya benar-benar dibatalkan, akan banyak pihak yang bakal tertimpa dampak turunan (domino’s effect) dari keputusan yang cenderung kontroversial tersebut. Tak hanya NARA, potensi kerugian juga bakal dialami oleh beragam industri yang terkait (supply chain) di sekitar bisnisnya. Karenanya, OJK diharapkan dapat berdiri tegak di atas semua kepentingan dan tidak terprovokasi oleh aduan dan kepentingan dari satu-dua pihak yang memiliki maksud-maksud tertentu. “OJK harus mempertimbangkan perlindungan bagi semua pihak, mulai dari emiten hingga seluruh investor tanpa terkecuali. Sebagai regulator, OJK harus berada di posisinya yang bersifat netral dan mendukung iklim investasi di Indonesia. Jangan justru terpancing untuk mengakibatkan kerugian moral dan material kepada si calon emiten, hanya karena laporan oknum-oknum yang pada dasarnya memang ingin menggagalkan IPO NARA ini,” tegasnya. (JAT)

Check Also

MAGI Aktif dalam Pemulihan Pasca Banjir Jabodetabek Januari 2020

Jakarta – Bencana banjir yang melanda Jabodetabek pada awal bulan Januari 2020 silam tak hanya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *