Saturday , July 11 2020
Home / Berita / Chandra Asri Cetak Pendapatan USD1,88 Miliar

Chandra Asri Cetak Pendapatan USD1,88 Miliar

Jakarta – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencatat, pendapatan bersih perusahaan sebesar USD1,88 miliar di sepanjang 2019. Pendapatan berasal dari peningkatan total kapasitas produksi sebesar 603 KTA (kilo ton per annum) menjadi 4,061 KTA yang berasal dari proyek debottlenecking pabrik dan pabrik baru Polyethylene dengan kapasitas 400 KTA.

“Kami tidak hanya dapat menyelesaikan proyek penambahan kapasitas tepat waktu dan sesuai anggaran, kami juga telah merampungkan Turnaround Maintenance (TAM) terjadwal untuk pabrik-pabrik kami selama Agustus-September 2019 dengan aman dan dengan start-up vertikal,” ungkap Direktur perusahaan Suryandi lewat teleconference bersama media, Jakarta, Selasa (17/3/2020).

Suryandi menyatakan, pendapatan bersih tersebut turun 26 persen menjadi dari USD2,54 miliar pada tahun sebelumnya akibat dari harga penjualan rata-rata produk yang lebih rendah terutama untuk Olefins, dan volume penjualan yang lebih rendah.

“Turn around Maintenance terjadwal dengan dilakukannya tie-in dengan pabrik Polyethylene Baru berkapasitas 400 KTA dan debottlenecking Polypropylene untuk meningkatkan kapasitas sebesar 110 KTA,” jelas dia.

Walaupun pendapatan mengalami penyusutan, namun beban pokok perusahaan turun 20,6 persen menjadi USD1,7 miliar sepanjang 2019 dari USD2,15 miliar di tahun sebelumnya terutama karena biaya bahan baku yang lebih rendah, terutama Naphtha yang turun menjadi rata-rata USD 542 per MT dari USD 650 per MT di tahun sebelumnya.

“Hal itu mencerminkan harga minyak mentah Brent yang lebih rendah yang menurun ke rata-rata USD 64 per bbl di tahun 2019 dibandingkan dengan USD 72 per bbl di tahun sebelumnya,” tuturnya.

Kemudian, EBITDA turun 55,2 persen menjadi USD180,1 juta dari USD401,7 juta dari tahun sebelumnya yang disebabkan oleh margin petrokimia yang lebih rendah.

“Sepanjang tahun lalu merupakan kondisi ekonomi makro yang menantang, dengan perang dagang, ketidakpastian geopolitik, dan penurunan margin produk petrokimia karena peningkatan pasokan kapasitas,” ucapnya.

Sehingga, laba bersih sebesar USD23,6 juta, turun 87 persen dari angka tahun sebelumnya sebesar USD182,3 juta.

“Kami percaya pada prospek industri petrokimia yang kuat dan menarik di Indonesia. Kami tetap menjalankan rencana ekspansi dan mengembangkan kompleks petrokimia kedua, di mana kecepatan pelaksanaan akan bergantung pada pendekatan stage-gated yang telah kami terapkan secara konsisten untuk memastikan penggunaan modal yang efektif dan berhati-hati, didasari oleh basis ekuitas yang kuat di Neraca kami,” tukas dia.

Check Also

BNI Syariah Gandeng Pupuk Iskandar Muda Terkait Penyediaan Fasilitas Perbankan

JAKARTA – BNI Syariah melakukan penandatanganan kerjasama dengan PT Pupuk Iskandar Muda terkait penyediaan layanan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *