Sunday , July 12 2020
Home / Berita / Kerugian Dialami Investor Reksadana Merupakan Risiko Berinvestasi

Kerugian Dialami Investor Reksadana Merupakan Risiko Berinvestasi

Jakarta – Instrumen investasi banyak macamnya, mulai dari yang memiliki potensi imbal hasil kecil, hingga besarpun ada, khususnya di pasar modal.

Namun jangan salah, dibalik imbal hasil atau keuntungan tersebut, setiap investasi mengandung resiko. Semakin besar potensi keuntungan yang bisa diraih, maka semakin besar pula resikonya.

Seperti beberapa kasus belakangan, kerugian yang dialami investor akibat adanya penertiban atau likuidasi produk reksadana kelolaan manajer investasi (MI) yang dilakukan regulator, merupakan juga bagian dari risiko investasi. Apalagi, di tengah kondisi pasar modal memburuk serta periode likuidiasi yang relatif singkat turut menekan pengembalian aset invetasi investor (nasabah).

Pengamat pasar modal Yanuar Rizky mengungkapkan, kerugian itu menjadi salah satu resiko dalam sebuah investasi.

“Jadi penurunan aset investasi para investor di reksadana tersebut juga merupakan bagian resiko berinvestasi,” kata pengamat pasar modal Yanuar Rizky kepada wartawan di Jakarta.

Oleh karena itu kata Yanuar, investor seharusnya jeli dan teliti dalam membaca prospektus yang diperjanjikan MI dalam menawarkan produknya, sehingga apabila ada permasalahan tidak sepenuhnya menjadi kesalahan salah satu pihak.

“Tergantung isi kontraknya atau prospektus. Jika MI melakukan tindakan sesuai dengan isi prospektus tidak bisa disalahkan,” ujarnya.

Dari sisi regulator pun, menurut Yanuar, pasti bekerja secara aturan dan juga berpegang teguh pada isi prospektus dalam memberikan sanksi. OJK akan bertindak jika menemukan indikasi pelanggaran terhadap MI.

Hal yang sama juga diungkapkan Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, menurutnya penyusutan aset investasi merupakan bagian dari konsekuensi.

Dan sebetulnya ujar dia banyak investor yang mengetahui akan hal ini. Sehingga sudah seharusnya investor melapor jika ada MI yang menjanjikan tingkat pengembalian (return) investasi pasti, kepada calon investor.

“Jika MI menjanjikan secara tertulis tentu bisa dilaporkan. Karena ada resiko bubble jika tidak di stop dengan janji fixed return,” terang Hans. (DM)

Check Also

BNI Syariah Gandeng Pupuk Iskandar Muda Terkait Penyediaan Fasilitas Perbankan

JAKARTA – BNI Syariah melakukan penandatanganan kerjasama dengan PT Pupuk Iskandar Muda terkait penyediaan layanan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *