Saturday , April 4 2020
Home / Berita / Kredit Bank Mega Tumbuh 25% di 2019

Kredit Bank Mega Tumbuh 25% di 2019

Jakarta – PT Bank Mega Tbk (Bank Mega) berhasil mencatat pertumbuhan kredit sebesar 25% di sepanjang tahun 2019 menjadi Rp53 triliun dari periode  yang sama pada tahun 2018 sebesar Rp42 triliun. Pertumbuhan ini tercatat diatas rata-rata industri perbankan sebesar 6.0%.

Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib menuturkan, bahwa pendorong utama pertumbuhan kredit Bank Mega adalah kredit korporasi yang menempati porsi terbesar atau 44% dari total kredit Bank Mega, disusul oleh joint-financing sebesar 29% dan kartu kredit sebesar 15%.

Ia merincikan, kredit korporasi juga memiliki pertumbuhan terbesar dibanding segmen lainnya sebesar 51.27% menjadi Rp23,19 triliun dari Rp15,33 triliun pada tahun 2018. Sementara itu, kredit joint-financing tumbuh 14.37% menjadi Rp15,36 triliun dari Rp13,43 triliun pada periode yang sama tahun 2018.

“Kredit Retail dan Komersial tumbuh 14.06% menjadi Rp6,65 triliun dari Rp5,83 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya,”imbuhnya di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2020.

Kinerja kartu kredit Bank Mega pada tahun 2019 juga mengalami pertumbuhan sebesar 2.23% dibanding pencapaian tahun sebelumnya, yaitu menjadi Rp7,88 triliun dari Rp7,71 triliun.

Pada tahun 2019, Dana Pihak Ketiga Bank Mega tumbuh 20% menjadi Rp73 triliun dari Rp61 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski secara komposisi masih didominasi oleh Deposito, tetapi Tabungan tumbuh 5.93% jika dibanding dengan tahun sebelumnya menjadi Rp12,50 triliun dari Rp11,80 triliun.

“Pertumbuhan bisnis tersebut juga menjadikan kinerja operasional tumbuh positif. Pendapatan operasional bersih meningkat sebesar 30.53% dari Rp1,95 triliun menjadi Rp2,55 triliun. Sementara pendapatan bunga bersih tercatat naik sebesar 1.98% menjadi sebesar Rp3,58 triliun dari sebelumnya sebesar Rp3,51 triliun,”jelasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa di tengah kondisi perekonomian yang cukup menantang kinerja Bank Mega tumbuh menggembirakan dan berhasil melampaui target bisnis yang telah ditetapkan dan berada di atas rata-rata pertumbuhan industri.

Laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp2,5 triliun atau tumbuh sebesar 25% jika dibandingkan dengan kinerja periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2 triliun dan dan berada diatas pertumbuhan industri, yaitu sebesar 7%. Sementara Laba setelah pajak tercatat sebesar Rp2,0 triliun atau tumbuh sebesar 25% jika dibandingkan dengan kinerja periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,6 triliun. (DM)

Check Also

#DiRumahTerusMaju Wujud Komitmen Telkomsel Atasi COVID-19 di Indonesia

Jakarta – Telkomsel berkomitmen terus proaktif mengambil peran dalam upaya gotong royong untuk terus bergerak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *