Sunday , April 5 2020
Home / Berita / Saham PPRO Masuk Rekomendasi Beli
lantaibursa.id/MS Fahmi Direktur Utama PT PP Properti Tbk (PPRO) Taufik Hidayat, (kiri) bersama jajaran direksi PPRO saat memberi keterangan terkait hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (08/03).

Saham PPRO Masuk Rekomendasi Beli

JAKARTA-Kalangan analis mulai melihat adanya harapan perbaikan atas kinerja saham sektor properti dalam beberapa waktu ke depan. Karenanya, di tengah koreksi tajam yang terjadi di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sejumlah saham properti terutama yang memiliki fundamental kinerja yang bagus dinilai sudah cukup layak untuk dikoleksi, alias masuk dalam kelompok saham rekomendasi beli. “Saya melihat sektor property sudah mulai akan bangkit,” ujar Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, di Jakarta, Selasa (10/3).

Salah satu pilihan saham properti yang layak dipertimbangkan diantaranya adalah saham PT PP Properti Tbk (PPRO). Sebagaimana diketahui, manajemen PPRO telah memasang target laba bersih sebesar Rp346 miliar untuk kinerjanya di tahun 2020 ini. Sementara nilai pendapatan diproyeksikan bakal mencapai Rp2,5 triliun hingga akhir tahun nanti. Cukup tingginya target-target tersebut menyiratkan optimisme dan harapan bahwa kinerja anak usaha PT PP Tbk (PTPP) itu bakal cukup kinclong di tahun 2020 ini. Pun, meski relatif cukup tinggi, kalangan analis menilai bahwa target-target tersebut masih cukup realistis untuk dicapai dengan melihat fundamental perusahaan saat ini.

Meski kondisi harga saham PPRO saat ini relatif tertekan, menurut Hans, hal itu tidak mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang sesungguhnya. Karenanya, Hans tak ragu memasukkan PPRO ke dalam jajaran saham yang direkomendasikan untuk beli. “Sebenarnya fundamental PPRO saya lihat masih bagus. Karena itu posisi harga saham saat ini cenderung agak (terlalu) murah. Targetnya bisa di Rp65 per saham,” tutur Hans.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama PPRO, Taufik Hidayat, menyebut bakal menggenjot marketing sales perusahaan ke level Rp3,8 triliun pada tahun ini. Target tersebut dengan mengasumsikan peningkatan hingga 67,4 persen dibanding realisasi tahun 2019 lalu yang tercatat Rp2,27 triliun hingga akhir tahun. Lonjakan marketing sales dibutuhkan untuk mengejar target pertumbuhan laba dan pendapatan yang telah dicanangkan. “Target tersebut kami yakin bisa tercapai karena kami memiliki 15 lokasi yang siap diserahterimakan pada tahun ini. Diantaranya ada tujuh tower apartemen di Jabodetabek, empat tower apartemen di Jawa Timur dan proyek residensial di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Ini artinya, kami sudah memiliki modal untuk kinerja tahun 2020, sehingga bisa menggenerate revenue dan laba serta ekuitas perusahaan,” tutur Taufik. (JAT)

Check Also

#DiRumahTerusMaju Wujud Komitmen Telkomsel Atasi COVID-19 di Indonesia

Jakarta – Telkomsel berkomitmen terus proaktif mengambil peran dalam upaya gotong royong untuk terus bergerak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *