Friday , July 3 2020
Home / Berita / Pandemi COVID19, Petani Sawit Independen Paling Tredampak

Pandemi COVID19, Petani Sawit Independen Paling Tredampak

JAKARTA-Merebaknya pandemi COVID19 ke seluruh dunia membawa dampak buruk bagi berbagai sektor industri. Tak terkecuali industri sawit nasional. Dan diantara banyak pihak di dalam komunitas industri sawit, kelompok petani kecil dianggap paling rentan terdampak seiring dengan rendahnya harga tandan buah sehar (TBS) yang terbentuk di pasar. Dengan berbekal sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), petani-petani independen tersebut diharapkan dapat lebih terbantu dengan adanya dana tambahan untuk mendukung di masa-masa sulit seperti saat ini. “Selain persoalan harga TBS yang rendah, petani kecil juga disulitkan dengan pabrik kelapa sawit dan kegiatan manufaktur yang bergerak lamban sejak adanya pandemi ini,” ujar Penasihat Senior Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Fortasbi), Rukaiyah Rafik, dalam seminar virtual dengan tema ‘Dampak COVID-19 Pada Petani Bersertifikat RSPO’, yang digelar Kamis (18/6) lalu.

Menurut Rukaiyah, lambannya kegiatan pabrik dan manufaktur terjadi seiring dampak dari penerapan kebijakan pembatasan sosial skala besar (PSBB). Kondisi tersebut dianggap turut mereduksi kemampuan produksi petani, yang pada saat yang sama juga dipusingkan oleh harga pupuk yang tetap tinggi. “Banyak petani independen ini tidak punya sarana untuk mengangkut TBS ke pabrik. Mereka tergantung pada jasa perantara, yang apesnya juga ikut terdampak dari adanya PSBB. Belum lagi pasokan pupuk yang harganya tetap mahal tapi juga susah didapat karena pergerakan yang semakin terbatas,” tutur Rukaiyah.

Padahal dengan memiliki sertifikat RSPO, menurut Rukaiyah, petani memiliki lembaga dan jaringan yang kuat untuk mendukung mereka. Selain itu secara standar akuntabilitas juga lebih bisa dipertanggungjawabkan. “Mereka juga memiliki beragam bisnis atau tanaman selama pandemi. Ini yang bisa cukup membantu dalam mempertahankan mata pencaharian mereka di tengah tekanan pandemi,” tegas Rukaiyah.

Check Also

PTPP Tandatangani Pengembangan Kawasan Industri Batang dihadiri Presiden Joko Widodo

Batang – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) bersama PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) (KIW) dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *