Thursday , October 1 2020
Home / Berita / Memasuki 43 Tahun Diaktifkannya Kembali, Pasar Modal Ditutup Positif
Bursa Efek Indonesia

Memasuki 43 Tahun Diaktifkannya Kembali, Pasar Modal Ditutup Positif

JAKARTA – Pekan ini, tepatnya pada Senin (10/8) diawali dengan Seremoni 43 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia yang diselenggarakan secara semi virtual. Acara turut dimeriahkan oleh ucapan selamat dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, serta dihadiri secara virtual oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso dan Anggota Dewan Komisioner Lainnya.

Pada Peringatan 43 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, OJK dan SRO meluncurkan e-IPO, e-Proxy, Indeks Quality30, IDX Virtual Trading dan Roadmap Pasar Modal Syariah. Selain itu, terdapat pula pencapaian 3.000.000 investor Pasar Modal Indonesia. Acara dilanjutkan dengan Konferensi Pers yang dihadiri oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen dan Direktur Utama Self-Regulatory Organization (SRO).

Pada hari yang sama pula, saham dan waran PT Sumber Global Energy Tbk. (SGER) resmi tercatat di Papan Pengembangan BEI. SGER menjadi Perusahaan Tercatat ke-35 pada tahun 2020 dan merupakan Perusahaan Tercatat ke-699 yang tercatat di BEI sampai dengan saat ini. Bidang usaha SGER adalah Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat, Cair, Gas, Energi Terbaru dan Terbarukan serta Pertambangan Logam dan Mineral Tanah Jarang (Rare Earth) di Perusahaan Anak. SGER dicatatkan pada sektor Trade, Services & Investment dengan subsektor Wholesale (Durable & Non-Durable Goods).

Kemudian pada Rabu (12/8) Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Elnusa Tahap I Tahun 2020 yang diterbitkan oleh PT Elnusa Tbk (ELSA) mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp700.000.000.000,00 dengan cicilan imbalan ijarah sebesar Rp63.000.000.000,00 per tahun atau ekuivalen sebesar 9,00% per tahun dan jangka waktu 5 tahun. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk Sukuk adalah idAA-(sy) (Double A Syariah). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Pada hari yang sama pula, telah dicatatkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Moratelindo Tahap II Tahun 2020 yang diterbitkan oleh PT Mora Telematika Indonesia mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp277.000.000.000,00. Hasil pemeringkatan untuk Sukuk ini adalah idA(sy) (Single A Syariah) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia. Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Bukopin Tbk.

Kemudian menutup minggu ini, terdapat pencatatan Obligasi Berkelanjutan I Angkasa Pura II Tahap II Tahun 2020 (Obligasi) yang diterbitkan oleh PT Angkasa Pura II (Persero) yang dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp2.250.000.000.000,00. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk Obligasi Tahap II adalah idAAA (Triple A). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mega Tbk.

Selain itu, Obligasi Berkelanjutan V Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2020 yang diterbitkan oleh PT Mandiri Tunas Finance (TUFI) mulai dicatatkan di BEI pada Jumat (14/8) dengan nilai nominal sebesar Rp858.000.000.000. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk Obligasi adalah idAA+ (Double A Plus). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2020 adalah 54 Emisi dari 39 Emiten senilai Rp43,37 Triliun. Dengan keseluruhan pencatatan pada pekan ini, maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 443 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp426,97 Triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 121 Emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 96 seri dengan nilai nominal Rp3.185,51 Triliun dan USD400 juta. EBA sebanyak 10 emisi senilai Rp8,37 Triliun.

Selama sepekan pada periode 10 – 14 Agustus 2020, Pasar Modal Indonesia bergerak secara variatif namun tetap pada zona positif. Peningkatan sebesar 2,03 persen terjadi pada kapitalisasi pasar bursa, yaitu sebesar Rp6.083,723 triliun dibandingkan pekan lalu sebesar Rp5.962,586 triliun. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengalami kenaikan sebesar 2,02 persen pada level 5.247,690 dari level 5.143,893 pada pekan yang lalu. Sedangkan rata-rata volume transaksi harian bursa mengalami perubahan 1,89 persen menjadi 10,343 miliar saham dibandingkan pekan lalu sebesar 10,542 miliar saham. Rata-rata frekuensi transaksi harian turut mengalami perubahan sebesar 7,47 persen menjadi 698.964 kali transaksi dibandingkan pekan lalu sebesar 755.404 kali transaksi. Rata-rata nilai transaksi harian pasar di bursa mengalami perubahan sebesar 7,55 persen menjadi sebesar Rp9,235 triliun dari Rp9,989 triliun pada penutupan minggu lalu. Investor asing pada hari ini mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp127,26 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2020 mencatatkan jual bersih sebesar Rp23,426 triliun. (AHM)

Check Also

Barito Pacific Siapkan Rp1 Triliun Untuk Aksi Buyback Saham

JAKARTA – PT Barito Pacific Tbk (BRPT) berencnana melakukan pembelian kembali saham perseroan (buyback). Adapun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *