Thursday , October 15 2020
Home / Berita / BEI Catat Rekor Frekuensi Transaksi Harian Tertinggi Sepanjang Sejarah
Bursa Efek Indonesia

BEI Catat Rekor Frekuensi Transaksi Harian Tertinggi Sepanjang Sejarah

JAKARTA – Selama periode 7 – 11 September, Bursa Efek Indonesia kembali diramaikan dengan 7 (tujuh) Pencatatan Saham dan 11 Obligasi Perusahaan dalam sepekan. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar tidak mengurungkan niat Perusahaan untuk mencari sumber pendanaan di Pasar Modal Indonesia. Mulai pada Senin (7/9), terdapat 3 (tiga) pencatatan saham, yaitu oleh PT Bank Bisnis Internasional Tbk. (BBSI), PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk. (KMDS) dan PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk. (SCNP) sebagai Perusahaan Tercatat ke-38, ke-39, dan ke-40 pada tahun 2020. BBSI dicatatkan pada sektor Finance dengan subsektor Bank. Sedangkan KMDS dicatatkan pada sektor Trade, Services & Investment dengan subsektor Wholesale (Durable & Non-Durable Goods). Kemudian SCNP pada sektor Miscellaneous Industry dengan subsektor Electronics.

Pada hari yang sama, Obligasi AB Sinar Mas Multifinance I Tahun 2020 (Obligasi) yang diterbitkan oleh PT AB Sinar Mas Multifinance mulai dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp175.000.000.000. Hasil pemeringkatan untuk Obligasi dari PT Kredit Rating Indonesia adalah (ir)A- (Single A Minus). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Bukopin Tbk.

Hari berikutnya, Selasa (8/9), PT Puri Global Sukses Tbk. (PURI) dan PT Soho Global Health Tbk. (SOHO) dicatatkan di BEI dan menjadi Perusahaan Tercatat ke-41 dan ke-42 pada tahun 2020. PURI dicatatkan pada sektor Property, Real Estate And Building Construction dengan subsektor Property And Real Estate. Sedangkan, SOHO dicatatkan pada sektor Consumer Goods Industry dengan subsektor Pharmaceuticals.

Pada pertengahan pekan, tepatnya Rabu (9/9), terdapat 6 (enam) pencatatan obligasi yang terdiri dari Obligasi Berkelanjutan IV PLN Tahap I Tahun 2020 (Obligasi) dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan IV PLN Tahap I Tahun 2020 (Sukuk Ijarah) oleh PT PLN (Persero) dengan nilai nominal obligasi sebesar Rp1.500.000.000.000 dan sukuk sebesar Rp376.500.000.000. Hasil pemeringkatan untuk Obligasi dan Sukuk Ijarah ini dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) masing-masing adalah idAAA (Triple A) dan idAAA(sy) (Triple A Syariah). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Kemudian, Obligasi Berkelanjutan I Medikaloka Hermina Tahap I Tahun 2020 (Obligasi Tahap I) yang diterbitkan oleh PT Medikaloka Hermina Tbk mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp446.500.000.000. Hasil pemeringkatan untuk Obligasi Tahap I adalah idAA- (Double A Minus) dari Pefindo. Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Obligasi Berkelanjutan I Sinar Mas Multiartha Tahap I Tahun 2020 (Obligasi) yang diterbitkan oleh PT Sinar Mas
Multiartha Tbk mulai dicatatkan di BEI pada Rabu (9/9) dengan nilai nominal sebesar Rp125.000.000.000. Hasil pemeringkatan untuk Obligasi dari PT Kredit Rating Indonesia adalah irAA (Double A). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Bukopin Tbk.

Lalu, Obligasi Berkelanjutan II Jasa Marga Tahap I Tahun 2020 (Obligasi) yang diterbitkan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp2.000.000.000.000. Hasil pemeringkatan untuk Obligasi dari PT Pemeringkat Efek Indonesia adalah idAA- (Double A Minus). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mega Tbk.

Sedangkan Obligasi Berkelanjutan IV BFI Finance Indonesia Tahap III Tahun 2020 yang diterbitkan oleh PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) tercatat di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp832.000.000.000. Hasil pemeringkatan dari PT Fitch Rating Indonesia (Fitch) untuk Obligasi adalah A+(idn) (single A plus). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Kemudian untuk Obligasi Berkelanjutan IV Tower Bersama Infrastructure Tahap I Tahun 2020 yang diterbitkan oleh PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) mulai dicatatkan di BEI dengan jumlah dana Obligasi sebesar Rp700.000.000.000. Hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) untuk Obligasi adalah AA-idn (Double A Minus). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pada hari berikutnya, Kamis (10/9) terdapat pencatatan 2 (dua) saham baru di BEI, yaitu PT Grand House Mulia Tbk. (HOMI) dan PT Rockfields Properti Indonesia Tbk. (ROCK) sebagai Perusahaan Tercatat ke-43 dan ke-44 di BEI pada tahun 2020. HOMI dicatatkan pada sektor Property, Real Estate And Building Construction dengan subsektor Property And Real Estate. Sedangkan ROCK dicatatkan pada sektor Property, Real Estate and Building Construction dengan subsektor Property and Real Estate.

Tidak hanya pencatatan saham, pada Kamis (10/9) juga terdapat pencatatan Obligasi, yaitu Obligasi I Polytama Propindo Tahun 2020 (Obligasi) dan Sukuk Ijarah I Polytama Propindo Tahun 2020 (Sukuk Ijarah) yang diterbitkan oleh PT Polytama Propindo mulai dicatatkan di BEI dengan nilai Obligasi sebesar Rp150.400.000.000 dan Sukuk sebesar Rp156.450.000.000. Hasil pemeringkatan untuk Obligasi adalah idBBB+ (Triple B Plus) dan untuk Sukuk Ijarah adalah idBBB+(sy) (Triple B Plus Syariah) dari Pefindo. Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mega Tbk.

Obligasi Berkelanjutan II Mayora Indah Tahap I Tahun 2020 yang diterbitkan oleh PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turut dicatatkan di BEI pada hari yang sama dengan jumlah dana Obligasi sebesar Rp500.000.000.000. Hasil pemeringkatan dari Pefindo untuk Obligasi adalah idAA (Double A). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Permata Tbk.

Kemudian, pencatatan Obligasi Berkelanjutan I Merdeka Copper Gold Tahap II Tahun 2020 yang diterbitkan oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) di BEI dengan jumlah dana Obligasi sebesar Rp300.000.000.000. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk Obligasi adalah idA (Single A). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Menutup pekan ini, terdapat satu pencatatan obligasi, yaitu Obligasi Berkelanjutan III WOM Finance Tahap IV Tahun 2020 (Obligasi) yang diterbitkan oleh PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOMF) dengan nilai nominal sebesar Rp500.000.000.000. Hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia adalah AA-(idn) (Double A Minus). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2020 adalah 76 Emisi dari 52 Emiten senilai Rp59,38 Triliun. Dengan keseluruhan pencatatan pada pekan ini, maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 462 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp437,73 Triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 127 Emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 109 seri dengan nilai nominal Rp3.344,69 Triliun dan USD400 juta. EBA sebanyak 10 emisi senilai Rp7,59 Triliun.

Data Perdagangan

Selama sepekan pada periode 7 – 11 September 2020, Pasar Modal Indonesia bergerak secara variatif dan mayoritas ditutup pada zona merah. Meskipun demikian, transaksi harian pada akhir pekan ini, yaitu pada Jumat (11/9) mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah, yaitu sebesar 934,733 ribu kali dari rekor sebelumnya pada 9 Juni 2020 sebesar 928,565 ribu kali transaksi. Untuk data sepekan ini, rata-rata frekuensi harian mengalami perubahan sebesar 0,41 persen menjadi 712,986 ribu kali transaksi dari pekan lalu sebesar 715,901 ribu kali transaksi.

Kemudian, data rata-rata volume sepekan mengalami perubahan sebesar 11,50 persen menjadi sebesar 11,255 miliar saham dari 12,718 pada pekan sebelumnya. Sedangkan rata-rata nilai transaksi harian Bursa mengalami peningkatan sebesar 1,45 persen menjadi Rp8,810 triliun dari Rp8,684 triliun sepekan yang lalu.

Selain itu, kapitalisasi pasar bursa selama sepekan juga turut mengalami perubahan sebesar 4,17 persen menjadi Rp5.827,724 triliun dari Rp6.081,396 triliun pada pekan lalu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berubah sebesar 4,26 persen pada level 5.016,712 dari level 5.239,851 pada pekan yang lalu.

Investor asing pada hari ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp2,263 triliun, sedangkan sepanjang tahun 2020 mencatatkan jual bersih sebesar Rp35,833 triliun.

Check Also

Jaga Likuiditas, Bank QNB Gelar Aksi Korporasi di Pasar Modal

JAKARTA – PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) berencana menggelar aksi korporasi di pasar modal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *