Monday , November 30 2020
Home / Berita / Masyarakat Sehat, Indonesia Maju Bakal Tercapai Tahun 2024
lantaibursa.id/HO Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan saat hadir pada penandatanganan kerjasama Pembangunan Kawasan Industri Batang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020).

Masyarakat Sehat, Indonesia Maju Bakal Tercapai Tahun 2024

JAKARTA – Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Hukum dan Kesehatan dr. Kuwat Sri Hudoyo menyatakan Indonesia Maju akan tercapai tahun 2024 jika masyarakat Indonesia sehat secara sosial, ekonomi dan fisik.

Untuk mewujudkan hal tersebut, salah satu pilar meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) adalah di bidang kesehatan. “Yang mana kalau masyarakat Indonesia sehat, secara konfrehensif baik secara sosial, ekonomi, fisik maupun spiritual dan hidup produktif maka Indonesia Maju akan dicapai pada tahun 2024 nantinya,” ujar dr. Kuwat dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) Satu Tahun Joko Widodo- Ma’ruf Amin, dengan tema ” Pembangunan Sumber Daya Manusia” di Ruang Serbaguna Lantai 1, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Jalan Medan Merdeka Barat No.9 Jakarta, Selasa (10/11/2020).

Ia menjelaskan, strategi yang harus ditempuh Kemenkes adalah dengan meningkatkan kesehatan ibu dan anak, percepatan perbaikan gizi masyarakat, peningkatan pengendalian penyakit, pembudayaan hidup sehat dan penguatan sistem kesehatan.

Untuk mencapai kualitas manusia Indonesia, jelas Kuat, maka grand design yang telah ditetapkan Kemenkes adalah melalui program Indonesia Sehat.

Menurut dia, cakupan kesehatan semesta ditopang oleh lima pilar di antaranya, penguatan upaya kesehatan masyarakat dengan pendekatan siklus hidup, penguatan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan, peningkatan pencegahan dan pengendalian tenyakit, pengelolaan kedaruratan kesehatan masyarakat, peningkatan SDM kesehatan, serta peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan inovatif.

Hal ini dilakukan melalui program teknis dan program generik yang ada di Kemenkes. Salah satu program kesehatan masyarakat yakni penurunan angka prevalansi stunting setiap tahun.

“Diharapkan nanti akan terjadi penurunan prevalensi angka stunting sampai angka 14 persen pada tahun 2024. Tahun lalu kita sudah mencapai angka 27,7 persen.  ini tantangan untuk mewujudkan SDM yang berkualitas adalah menurunkan angka prevalensi stunting. karena diharapkan SDM kita akan lebih baik jika angka stunting turun,” papar dia.

Selain itu, jelas dia, setiap tahun indikator kesehatan ibu dan anak mengalami peningkatan yang cukup signifikan. “Memang data ini baru sampai 2019. Namun di tahun 2020 di tengah pandemi ini, kegiatan- kegiatan kesehatan banyak yang tertunda atau kurang berjalan maksimal, karena difokuskan pada penanganan Covid-19,” katanya.

Terkait program jaminan kesehatan nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kuat memaparkan, sampai dengan September 2020 tercatat ada 222,4 juta kepesertaan. Jumlah ini menurun jika dibandingkan dengan tahun 2019 yakni 224, 1 juta jiwa.

Menurut dia, penurunan jumlah kepesertaan JKN khususnya yang didaftarkan oleh pemerintah, dikarenakan kecukupan anggaran di daerah dengan pemberlakuan penyesuaian iuran pada tahun 2020 menjadi Rp42 ribu per bulan per jiwa.

Selain itu, penurunan pun terjadi pada segmen pekerja penerima upah yang terdampak PHK sejak pandemi Covid-19. “Pada pandemi Covid ini cukup banyak segmen pekerja yang terkena PHK sehingga kepesertaan dalam program JKN pun terpaksa berhenti karena keterbatasan pembiayaan,” ujar dia.

Kendati demikian, Kuwat menegaskan, bahwa kunjungan pelayanan kesehatan JKN hingga September 2020 masih sangat baik, yakni sebanyak 274,19 kunjungan. Hal ini menunjukkan peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Dalam program Indonesia Sehat, Kemenkes pun melakukan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular, imunisasi, program kefarmasian dan alkes, pengembangan dan pemberdayaan SDM kesehatan, serta membangun rumah sakit dan Puskesmas di Perbatasan dan daerah tertinggal.

Turut tampil sebagai narasumber Diskusi Media FMB9 adalah Menteri Sosial, Juliari. P Batubara, Staf Ahli Menteri Kominfo, Prof. Henry Subiakto dan Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Prof. Ir Nizam M.Sc, Ph.D.

Check Also

Studi Terbaru 451 Research di Pasar Penyedia Layanan Cloud

Jakarta – Schneider Electric mengumumkan temuan dari studi yang diselenggarakan bekerjasama dengan 451 Research – …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *