Tuesday , January 26 2021
Home / Berita / JK: Lawan Pandemi, CEO Tak Bisa Pakai Cara Lama

JK: Lawan Pandemi, CEO Tak Bisa Pakai Cara Lama

JAKARTA-Sosok Jusuf Kalla dikenal luas sebagai sosok hebat yang pernah sukses menjadi Wakil Presiden RI dalam masa kepemimpinan dua Presiden sekaligus, yaitu di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada periode 2004-2009 dan era Presiden Joko Widodo. Namun demikian, tak hanya sebagai politikus senior nan ulung, pria dengan sapaan akrab JK tersebut juga dikenal publik sebagai sosok pengusaha handal dengan gurita bisnisnya di bawah naungan Kalla Group. Berbagi pandangan dalam kapasitasnya sebagai pengusaha, JK menyebut bahwa di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi COVID19 ini, seorang pemimpin bisnis dituntut untuk sigap mencari ide-ide baru dan meninggalkan pendekatan bisnis dengan cara lama. “Kita tahu kondisi pandemi ini belum bisa diprediksi kapan akan berakhir. Karena itu, seorang CEO (Chief Executive Officer), seorang direktur utama, tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama. Era kepemimpinan baru harus muncul dari masing-masing usaha agar dapat mempercepat pemulihan ekonomi perusahaan, yang itu juga akan berpengaruh pada (pemulihan) ekonomi Negara,” ujar JK, saat menyampaikan Keynote Speech pada acara penghargaan ‘Indonesia Most Admired CEO 2020, yang diadakan secara virtual oleh Warta Ekonomi, Jumat (18/12).

Menurut JK, dalam menghadapi tekanan akibat pandemi ini, seorang CEO dituntut memiliki kejelian dan pengetahuan lebih terkait lini bisnis yang digelutinya, berikut berbagai tantangan dan hambatan yang tersedia di industri. Tak hanya itu, seorang CEO juga dinilai wajib memahami berbagai opsi cadangan yang bisa diambil manakala kondisi di lapangan menuntut ‘kendaraan bisnis’ yang dinahkodainya terpaksa harus berpindah haluan. “(CEO) Harus jeli. Harus punya pengetahuan yang lebih dan juga luas. Dalam kondisi apa pun kita butuh manajer-manajer, CEO-CEO yang kuat, yang mengetahui betul apa yang perlu dan harus dilaksanakan dewasa ini. Jika memang sudah mentok, seorang CEO harus tahu kapan saatnya untuk mengubah strategi ke arah recovery,” tutur JK.

Jika tuntutan tersebut berhasil dijawab oleh para pengusaha di Indonesia, JK percaya, tak akan lama lagi dunia bisnis dan usaha dalam negeri bakal segera membaik. Dengan begitu, secara otomatis pula perekonomian nasional juga bakal ikut terdorong ke arah yang lebih baik. “Apalagi kita makin optimistis dengan sudah adanya vaksin yang bakal segera didistribusikan. Maka dengan strategy recovery yang tepat, kita siapkan dengan baik, maka paling tidak di tahun 2021 sekitar 50 persen keadaan (bisnis) akan membaik dari kondisi sebelumnya. Lalu di 2022 kita bisa kembali normal, balik ke posisi tahun 2019 sebelum adanya COVID19,” tegas JK. (JAT)

Check Also

SIG Prioritaskan Bantuan Medis Untuk Korban Gempa di Mamuju, Sulawesi Barat

JAKARTA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui program Corporate Social Responbility (CSR) memberikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *