Saturday , January 23 2021
Home / Berita / Topang Pengembangan Usaha, WMU Incar Rp1,2 Triliun Dari IPO

Topang Pengembangan Usaha, WMU Incar Rp1,2 Triliun Dari IPO

JAKARTA-Di tengah tekanan ekonomi nasional akibat pandemi COVID19, PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMU) masih sangat optimistis bahwa bisnis unggas yang digelutinya cukup ‘tahan banting’ dan tetap prospektif. Karenanya, manajemen percaya diri untuk melanjutkan pengembangan bisnis ke depan, di mana pendanaannya dipersiapkan melalui penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Rencananya, saham perusahaan bakal dilepas ke publik dengan harga penawaran di kisaran Rp142 hingga Rp200 per saham. Dengan jumlah saham yang bakal dilepas sebanyak-banyaknya 35 persen dari modal ditempatkan dan disetor pasca IPO atau sekitar 5,92 miliar, maka dari keseluruhan proses go public ini perusahaan berpeluang memperoleh dana segar antara Rp841 miliar hingga Rp1,2 triliun. “Kami mengincar (dana hasil IPO) Rp1,2 triliun. Dan alhamdulillah respon investor sangat bagus. Sebelumnya Saya sudah pernah bantu setidaknya lima perusahaan untuk IPO. (WMU) Ini yang keenam, dan responnya (investor) luar biasa,” ujar Komisaris Utama WMU, Tumiyana, usai due diligence perusahaan yang dilaksanakan secara virtual, Rabu (6/1).

Memang wajar bila Tumiyana berkata demikian. Sekadar informasi, sebelum bergabung dengan WMU, pria ramah ini dikenal publik cukup lama malang-melintang di industri infrastruktur nasional. Terakhir, nama Tumiyana tercatat sebagai Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), setelah sebelumnya juga pernah menjabat sebagai direksi di beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain di bidang infrastruktur. “Tak hanya sekadar optimistis, Saya melihat saat ini memang momentum yang tepat bagi WMU untuk dapat merealisasikan rencana IPO kami, dengan melihat tren pergerakan pasar modal nasional di awal tahun ini yang cukup  kondusif dan cenderung positif,” tutur Tumiyana.

Rencananya, keseluruhan dana segar hasil IPO nantinya sebesar 74,3 persen bakal digunakan untuk membiayai target ekspansi perusahaan dengan menambah dan memperluas sarana produksi. Sedangkan sisanya sekitar 25,7 persen bakal dimanfaatkan sebagai penguatan modal kerja perusahaan. “(Ekspansi) Itu diantaranya membangun fasilitas breeding PS farm di Yogyakarta. Lalu (membangun) fasilitas layer commercial farm di Klaten, fasilitas hatchery di Sukabumi dan juga fasilitas broiler commercial farm di Wonogiri. Selain itu juga (membangun) fasilitas slaughterhouse di Cianjur serta fasilitas feedmill di Ngawi,” tutur Direktur Utama WMU, Ali Mas’adi, dalam kesempatan yang sama. Dalam pelaksanaan IPO ini, pihak WMU telah menunjuk CIMB Niaga Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas dan Samuel Sekuritas Indonesia untuk bertindak sebagai penjamin pelaksana efek (underwriter) perusahaan. (JAT)

Check Also

Kementerian BUMN tetapkan Komisaris Baru Askrindo

JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Senin (18/1) menetapkan pergantian Komisaris Baru …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *