Saturday , April 10 2021
Home / Berita / Barito Pacific Gapai Laba USD141 juta

Barito Pacific Gapai Laba USD141 juta

Jakarta – PT Barito Pacific Tbk, meraih laba bersih kosolidasi sebesar USD141 juta atau meningkat 2,9 persen di sepanjang 2020 dibandingkan dengan USD137 juta pada periode yang sama 2019, serta mencatatkan kenaikan EBITDA FY-2020 menjadi USD598 juta dari USD595 juta di FY-2019.

Direktur Utama Barito Pacific, Agus Pangestu mengatakan, meski terjadi dampak akibat pandemi Covid-19, kinerja perusahaan tetap solid di 2020.

Itu karena didukung oleh perbaikan industri petrokimia yang mengalami perbaikan permintaan di semester kedua 2020.

Hal itu terlihat dari kinerja EBITDA entitas anak perusahaan, yakni PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang tercatat sebesar USD121 juta di kuartal IV-2020. Angka itu hampir dua kali lipat dari EBITDA sebesar USD65 juta sepanjang 9 bulan di 2020.

“Pemulihan ini didorong oleh peningkatan aktivitas industri terutama di China dan NEA yang memperkuat permintaan polimer,” kata dia secara daring, Senin (29/3/2021).

Selama 2020, dia mengaku, BRPT juga telah menyelesaikan sejumlah proyek di tengah masa pandemi Covid-19.

Seperti menyelesaikan pabrik MTBE dan Butene-1 pada September 2020 sesuai dengan target, yang telah meningkatkan kapasitas produksi TPIA menjadi 4,2 juta ton per tahun.

Tak lupa, Chandra Asri juga menyelesaikan proyek Enclosed Ground Flare senilai USD14 juta. Proyek ini akan meminimalkan potensi dampak sosial dan lingkungan dari operasional petrokima.

Chandra Asri juga melanjutkan kemitraan dengan Total Solar DG untuk membangun tambahan panel surya dan instalasi fotovoltaik (PV).

Di bisnis panas bumi, entitas anak perusahaan, yakni Star Energy Geothermal mampu mempertahankan tingkat kapasitas lebih dari 90 persen untuk ketiga asetnya, yaitu Wayang Windu, Salak dan Darajat dan terus memberikan kontribusi yang stabil.

Belum lama ini juga, Star Enery menerbitkan green bond pertama dari Indonesia dengan rating investment grade sebesar USD1,11 miliar. Obligasi ini direspon sangat baik oleh pasar dengan kelebihan permintaan sampai 3,5 kali.

Untuk memacu pertumbuhan bisnisnya, Barito Pacific tengah menggarap sejumlah proyek besar dengan estimasi investasi sebesar USD8 miliar berkaitan dengan energi dan petrokimia.

Perseroan tengah membangun proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Jawa 9 dan 10 yang telah memulai konstruksi pada Oktober 2020 serta persiapan kompleks petrokimia Chandra Asri Petrochemical II (CAP II) di Cilegon.

Barito Pacific juga memiliki rencana pengembangan kapasitas Salak Binary dengan kapasitas 15 megawatt (MW) yang ditargetkan selesai di tahun 2022.

Check Also

NavaPark BSD City Resmikan Botanic Park dan Akses Terowongan Pedestrian ke Kawasan Bisnis

Tangerang – NavaPark, kawasan hunian paling premium di BSD City meresmikan Botanic Park serta akses …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *