Sunday , April 11 2021
Home / Berita / Strategi Schneider Electric Bantu Percepatan Pemulihan Industri

Strategi Schneider Electric Bantu Percepatan Pemulihan Industri

lantaibursa.id/HO
Schneider Electric dukung sektor industri di Indonesia dalam pemulihan bisnis pasca pandemi.

Jakarta – Schneider Electric mendukung sektor industri di Indonesia dalam percepatan pemulihan bisnis pasca pandemi melalui solusi pengelolaan kinerja asset digital dan industrial edge untuk pengelolaan data yang terintegrasi, andal, efisien dan berkelanjutan. Begitu intisari dari webinar yang bertajuk Optimalisasi Asset Digital untuk Percepatan Pemulihan Bisnis Pasca Pandemi, Rabu (24/3/2021).

Hadir pada acara ini Fungsional Analis Kebijakan Ahli Madya Pusat Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Industri dan Jasa Industri Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Bambang Riznanto, Chief Information Officer Toyota Astra Motor, Wilbertus Darmadi; Head of IT Enterprise Sales Schneider Electric Indonesia, Ronny Siswanto dan Country Digital Transformation Schneider Electric Indonesia, Fadli Hamsani.

Bambang Riznanto mengatakan, pandemi menjadi titik balik bagi sektor industri untuk mengambil langkah berani dalam pengadopsian teknologi digital untuk memastikan keberlangsungan dan keberlanjutan operasional menghadapi berbagai kondisi.

“Hal yang harus diingat pelaku industri adalah teknologi yang telah diimplementasikan ini harus dikelola dan dirawat dengan baik agar biaya investasi yang telah dikeluarkan menghasilkan Return of Investment yang maksimal untuk produktivitas dan profitabilitas perusahaan,” ujar Bambang.

Pemanfaatan teknologi digital mendukung sektor industri dalam pengambilan keputusan yang cepat, akurat dan berwawasan berdasarkan data real-time, yang akan meningkatkan efisiensi dan kinerja melalui pengelolaan risiko bisnis dan operasional yang efektif.

Strategi pengelolaan asset digital menjadi faktor krusial untuk mengevaluasi dan meningkatkan kinerja asset, melakukan tindakan preventif sebelum terjadi kegagalan operasional melalui kemampuan analisis prediktif, meningkatkan keamanan dan keselamatan staf dan asset, serta meningkatkan efisiensi biaya perbaikan atau penggantian asset akibat kerusakan secara tiba-tiba.

Terdapat empat faktor yang harus dipenuhi dalam strategi pengelolaan asset digital. Antara lain memastikan ketersediaan infrastruktur edge dalam kegiatan operasional secara real time dan transparan, memiliki sistem backup and recovery plan yang terintegrasi, memastikan adanya perlindungan sistem dan peralatan listrik yang baik untuk menjaga performa asset, dan memiliki sistem keamanan fisik dan edge yang terbaik.

Fadli Hamsani mengatakan, Schneider Electric bekerjasama dengan AVEVA menyediakan solusi Asset Strategy Optimization yang membantu sektor industri dalam meningkatkan kinerja aset. Perangkat lunak ini menghasilkan strategi pengelolaan dan pemeliharaan asset digital yang dioptimalkan disesuaikan dengan strategi dan tujuan bisnis perusahaan.

“Solusi Asset Strategy Optimization telah terbukti dapat menekan CAPEX hingga 30 persen, mengurangi biaya pemeliharaan dan pengawasan hingga 50 persen dan biaya suku cadang hingga 25 persen, serta meningkatkan kinerja asset hingga 15 persen,” jelas Fadil.

Ronny Siswanto mengatakan, di era edge computing, edge data center memiliki peranan sangat penting dalam lingkungan kegiatan operasional yang berbasis perangkat IoT dimana tuntutan akan koneksi jarak jauh yang lebih cepat antara data center atau cloud dengan perangkat kerja jarak jauh dan kolaborasi lintas batas semakin tinggi. Hal ini berarti orang dan bisnis semakin bergantung pada data center dalam pengelolaan data di lingkungan operasionalnya.

“Untuk membangun edge data center yang andal dan berkelanjutan dibutuhkan standarisasi dan integrasi, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia, teknologi yang mumpuni, pengawasan dan tata kelola data center yang terencana, dan sistem keamanan yang disesuaikan dengan kebutuhan,” imbuh Ronny.

Adapun dalam rangka mendukung pengelolaan data di edge, Schneider Electric memiliki tiga solusi edge data center yang akan menjawab tantangan akan keterbatasan sumber daya manusia, keamanan, efisiensi dan sustainability, yaitu EcoStruxure Micro Data Center, EcoStruxure IT Expert dan Monitoring & Dispatch Services.

Wilbertus Darmadi mengatakan, Toyota telah memulai transformasi digital sejak beberapa tahun lalu dalam rangka mendukung strategi jangka panjang perusahaan, untuk menjadi mobility company yang tidak hanya berfokus pada produk namun juga layanan yang akan memudahkan konsumen melakukan mobilitas kesehariannya.(*)

Check Also

Melalui KKL Online Undip, Phapros Berbagi Strategi ke Milenial Untuk Bisa Survive di Masa Pandemi

Semarang – Pandemi Covid 19 yang terjadi sejak awal 2020 hingga saat ini, memberikan dampak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *