Tuesday , May 11 2021
Home / Berita / Surya Semesta Internusa Cetak Pendapatan Rp2,94 Triliun

Surya Semesta Internusa Cetak Pendapatan Rp2,94 Triliun

Jakarta – Sepanjang 2020, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) membukukan pendapatan sebesar Rp2,94 triliun. Pendapatan segmen bisnis properti menyumbang paling besar ke pendapatan perseroan di tahun lalu.
VP Head of Investor Relations Surya Semesta Internusa, Erlin Budiman menyatakan, pendapatan yang diraih perseroan di tahun 2020 banyak disumbang dari sektor konstruksi dan properti.
Pendapatan sektor konstruksi mencapai Rp2,08 triliun dan sektor properti mencapai Rp651,6 miliar. Pendapatan sektor properti perseroan meraih kinerja yang signifikan, yakni naik 10,8 persen, dari Rp588,2 miliar di 2019 menjadi Rp651,6 miliar di 2020.
“Pendapatan sektor properti banyak disebabkan okeh penjualan tanah tercatat sebesar Rp357,3 miliar di 2020, atau meningkat 20,2 persen dibandingkan dengan penjualan tanah di 2019,” ucap dia dalam keterangan resminya, Kamis (29/4/2021).
Sementara pendapatan perhotelan dan lain-lain, masing-masing mencapai Rp219,8 miliar dan Rp13,5 miliar.
Erlin mengaku, pandemi Covid-19 telah menjadikan sektor kesehatan masyarakat dan ekonomi pada posisi yang rentan. Meskipun ekonomi Indonesia telah siap tumbuh di awal 2020, tapi tidak terjadi karena ada pandemi.
Lalu, ditambah lagi ketegangan politik global dan ketidakpastian akibat pandemi juga menimbulkan ketakutan dan pesimisme terhadap perekonomian yang akhirnya berdampak pada bisnis perseroan.
Akibat dampak pandemi Covid-19, membuat laba kotor perseroan turun 41,8 persen menjadi Rp653,2 miliar di 2020, dari Rp1,10 triliun di 2019.
Tingkat EBITDA perseroan di tahun lalu turun 52 persen menjadi Rp255,8 miliar, dari posisi Rp533 miliar di 2019. Angka penurunan EBITDA perseroan, karena penurunan EBITDA perhotelan sebesar 163,8 persen.
Pada akhirnya perseroan mengalami rugi bersih sebesar Rp87,5 miliar di 2020, dari porsi meraih laba bersiu sebesar Rp92,3 miliar di 2019. Kinerja rugi yang dipikul perseroan, karena disebabkan penurunan laba operasonal sekitar 58,7 persen dan peningkatan beban bunga sekitar 14,3 persen.
Kinerja bisnis di 2021
Dia menyebutkan, perseroan kembali menciptakan milestone dengan meluncurkan Subang Smartpolitan pada 18 November 2020. Perseroan berharap dapat membukukan komitmen penjualan seluas 40 hektar pada tahun 2021 dari pengembangan baru ini.
Sementara itu, SSIA menetapkan target marketing sales seluas 20 hektar dari Suryacipta City of Industry Karawang, sehingga prospek pendapatan selama 2021 bisa meningkat sekitar 15 persen.
“Target tersebut dapat terpengaruh jika Covid-19 bertambah buruk atau berkepanjangan hingga 2021,” pungkas Erlin.

Check Also

Ini Penjelasan Manajemen SAMF Terkait Lonjakan Sahamnya di Bursa

JAKARTA – Saham PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) diketahui belakangan ini alami kenaikan yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *