Sunday , June 20 2021
Home / Berita / Seluruh Indeks Reksa Dana Menguat Minggu Lalu

Seluruh Indeks Reksa Dana Menguat Minggu Lalu

Jakarta – Seluruh jenis indeks reksa dana mencetak imbal hasil positif pada penutupan minggu lalu. Reksa Dana saham dan Reksa Dana campuran memimpin dengan masing-masing mencatatkan kinerja sebesar 0.74% dan 0.61%.

Mengutip riset infovesta, Senin, 31 Mei 2021, Penguatan tersebut sejalan dengan penguatan kinerja IHSG sebesar 1.31% pada minggu lalu. Sementara kinerja Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Reksa Dana Pasar Uang juga menguat walaupun tipis sebesar 0.09% dan 0.06% menyusul kenaikan terbatas pada Obligasi Pemerintah sebesar 0.28% dan Obligasi Korporasi sebesar 0.11%.

Sepertidiketahui, ekonomi Global telah menunjukkan pemulihan yang signifikan. Di Amerika Serikat, data klaim pengangguran untuk pertama kalinya turun ke level sebelum pandemi yaitu pada level 406.000 (berdasarkan data yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat) pada hari Kamis lalu yangmemberikan indikasi positif kesehatan pemulihan ekonomi.

Selain itu, tingkat inflasi Amerika Serikat terus mengalami kenaikan. Hal tersebut juga terjadi di Zona Eropa, di mana jumlah pengangguran turun 209.000 dari bulan sebelumnya, sementara tingkat Inflasi Eropa mencatatkan level tertinggi sejak April 2019 di level 1,6%. Senada dengan Amerika Serikat dan Eropa, tingkat Inflasi bulanan China pada bulan April 2021 berada di level 0,9% atau merupakan level tertinggi sepanjang tahun 2021.

Namun, membaiknya data ekonomi Global belum memberikan dampak positif pada kinerja reksa dana. Secara Year to Date (YTD) hingga 28 Mei 2021, kinerja reksa dana masih dipimpin oleh reksa dana pasar uang (Infovesta Money Market Fund Index, 2.18%). Sedangkan, kinerja reksa
dana pendapatan tetap (Infovesta Fixed Income Fund Index) mengalamipelemahan tipis sebesar -0,44%.

Berikutnya, kinerja reksa dana campuran (Infovesta Balanced Fund Index) dan kinerja reksa dana saham (Infovesta Equity Fund Index) juga tercatat negatif masing-masing sebesar -1,24% dan -5,57%.

Beberapa permasalahan yang masih melanda dunia seperti peningkatan kasus Covid-19 khususnya di Negara-Negara Asia yang menyebabkan penerapan kembali lock down dan juga efektivitas vaksin yang masih belum bisa dipastikan memberikan tekanan pada kinerja dari jenis reksa dana yang lebih berisiko. Selain itu, tanda-tanda pemulihan ekonomi global seperti kenaikan inflasi yang terjadi di Amerika Serikat dikhawatirkan menyebabkan aksi tapering off atau pengurangan stimulus berupa pembelian surat berharga di pasar surat utang sebelum kemudian diikuti dengan kenaikan tingkat suku bunga acuan, yang pada akhirnya memberikan tekanan tambahan untuk aset-aset investasi berisiko.

Berdasarkan fakta di atas, maka investor masih perlu wait and see pada reksa dana pendapatan tetap karena masih terdapat kekhawatiran aksi tapering off yang dapat berdampak negatif pada kinerja pasar obligasi.

Sedangkan, untuk reksa dana saham investor masih dapat melakukan average down Ketika indeks sedang melemah dengan harapan pemulihan ekonomi dalam jangka panjang. Di sisi lain, reksa dana pasar uang dengan kinerjanya yang stabil dapat menjadi alternatif penempatan dana sambil menanti momen untuk kembali masuk ke jenis reksa dana yang lebih berisiko (DM)

Check Also

Data Center Berkelanjutan Schneider Electric

Jakarta – Schneider Electric mengajak pimpinan dunia dan industri membangun ekosistem digital yang tangguh dan berkelanjutan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *