Sunday , May 9 2021
Home / Berita / Tiga Indeks Reksa Dana Ambles Pekan Lalu

Tiga Indeks Reksa Dana Ambles Pekan Lalu

Jakarta – Indeks reksa dana pada penutupan pekan lalu banyak yang tercatat negatif. Setidaknya terdapat tiga jenis indeks reksa dana yang mencatatkan imbal hasil negatif pada penutupan pekan lalu, yakni kinerja reksa dana saham (-0.09%), reksa dana campuran (-0.14%), dan reksa dana pendapatan tetap (-0.10%). Sementara itu reksa dana pasar uang menjadi satu-satunya jenis reksa dana yang mencatatkan return positif (0.06%).

Mengutip data infovesta, Senin, 3 Mei 2021, pelemahan reksa dana saham didorong oleh penurunan pasar saham dengan IHSG mencatatkan return negatif -0.35%. Sebaliknya, penguatan tipis pada pasar obligasi pemerintah (0.05%) dan obligasi korporasi (0.07%) belum diikuti oleh kinerja reksa dana pendapatan tetap.

Namun bagaimana dengan return produk reksa dana secara year to date sampai 30 April 2021 ini?

Untuk tiga besar produk reksa dana saham, yang memiliki return tertinggi sampai dengan 30 April 2021 ada produk Pinnacle Indonesia Sharia Equity Fund sebesar 10,31%, disusul Reksa Dana Treasure Saham Mantap sebesar 7,53% dan Manulife Institutional Equity Fund menguat 6,00%.

Sedangkan untuk reksa dana campuran ada Jarvis Balanced Fund sebesar 34,98%, Capital Sharia Balanced 26,45% dan Syailendra Balance Opportunity Fund, 10,75%.

Untuk reksa dana pasar uang ada Insight Money 2,02%, HPAM Ultima Money Market 1,94%, san Danamas Rupiah Plus 1,87%.

Sementara reksa dana pendapatan tetap, yang memiliki return tertinggi secara year to date hanya satu yakni Mandiri Obligasi Utama, sebesar 0,96%.

Seperti diketahui, peningkatan kasus Covid-19 di berbagai belahan dunia menimbulkan kekhawatiran terhadap kelanjutan pemulihan ekonomi global sehubungan dengan potensi diberlakukan kembali pembatasan sosial ataupun lockdown.

Hingga saat ini, tiga negara dengan kasus Covid-19 terbanyak dipegang oleh Amerika Serikat (33 juta kasus), diikuti oleh India (19 juga kasus) dan Brasil (14 juta kasus). Di Indonesia sendiri, sepanjang tahun 2021 kasus covid-19
harian justru turun 44,10% ke level 4.512 kasus baru per hari pada 1 Mei 2021.

Namun demikian, datangnya hari raya Idul Fitri dikhawatirkan membuka potensi terjadinya lonjakan kasus covid-19 di Indonesia.

Kinerja Reksa Dana Jenis saham, campuran, pendapatan tetap, dan pasar uang mencatatkan kinerja positif sepanjang bulan April. Di mana kinerja tertinggi diraih oleh reksa dana pendapatan tetap sebesar 1,25%. Hal tersebut didukung oleh tingkat imbal hasil obligasi tenor 10 tahun yang kembali turun.

Tingkat imbal hasil obligasi 10 tahun Amerika Serikat dan Indonesia sepanjang bulan April turun sebesar 6,70% ke level 1,63% dan turun 4,92% ke level 6,48%. Total kepemilikan asing pada Surat Berharga Negara (SBN) sepanjang
bulan April hingga 28 April juga mencatatkan kenaikan cukup signifikan sebesar Rp30,17 Triliun. (DM)

Check Also

Bank DKI Permudah Masyarakat Bayar Zakat, Infaq, dan Sedekah Melalui Fitur Scan To Pay

JAKARTA – Dorong penerapan transaksi non tunai di DKI Jakarta, Bank DKI terus merangkul berbagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *