Saturday , July 31 2021
Home / Kolom / Apresiasi Mahasiswa Terhadap Satgas Melawan Covid-19

Apresiasi Mahasiswa Terhadap Satgas Melawan Covid-19

Kasus Covid-19 di Indonesia kian melonjak. Pulau Jawa memiliki presentase yang paling tinggi terkait penyebaran Virus Corona, terutama pada wilayah Jabodetabek, Bandung, dan Kota Istimewa Yogyakarta.

Kasus pertama Covid-19 masuk ke Indonesia yaitu pada awal Maret tahun 2020. Mungkin, sudah banyak masyarakat yang mulai menganggap remeh Covid-19 dan masih banyak juga yang masih sangat waspada terhadap Virus Corona dan juga selalu menaati protokol kesehatan yang telah dianjurkan.

Tanpa masyarakat sadari, para tenaga medis masih menjadi garda terdepan dalam menangani pasien yang terpapar dan juga masih terus melawan Covid-19 tanpa mengenal kata lelah.

“Kalo yang dirasain sebagai petugas medis menangganin covid sebenernya capek dan takut juga sih. Capek dalam kategori kita harus pake APD yang lengkap selama dinas, ngerasain Pengap agak terkendala dalam bernapas krn masker N95 di doubel sama masker bedah, panas, pergerakan terbatas contoh ke toilet, makan dan minum. Takut dalam kategori takut tertular, takut kalo pasien yang kita rawat gak tertolong karna kondisi yang jelek,” ujar Gemmy, seorang tenaga medis di sakah satu rumah sakit yang berada di wilayah Jakarta Barat.

Sebagai pahlawan dalam menangani Covid-19, ia juga sangat menginginkan pandemi ini cepat berakhir. Ia juga menegaskan kepada masyarakat untuk taat terhadap protokol kesehatan dan melakukan vakdsin agar mengurangi lonjakan laju Covid. “Adanya masyarakat mendukung kita dengan menerpakan protokol Kesehatan yang sudah dianjurkan kita senang banget setidaknya membantu meringankan beban tenaga medis dalam menangani Covid.

Dengan disipilinnya masyarakat pada prokes mengurangi pelonjakan kasus covid. Masyarakat yang antusias dengan vaksin juga sangan membantu dalam menanggani pelonjakan Covid dibarengi dengan taat prokes. Intinya kita tenaga medis melihat antusias masyarakat yang taar prokes dan mau divaksin, setelah divaksin pun tetep taat prokes, kita senang banget,” ujarnya.

Masyarakat Indonesia sangat berterimakasih dan mendukung kerja keras dan jerih payah satgas dalam melawan Covid-19. Ada pula tanggapan dari beberapa mahasiswa di indonesia. Salah satunya seperti Farah Aubrey, Mahasiswa Universitas Islam Bandung berpendapat “Tenaga medis yang sampai saat ini terus berjuang menangani sekian banyak kasus covid-19 yang kian menjolak tentu harus kita apresiasi, bentuk minimal yang bisa dilakukan yaitu dengan patuhi protokol kesehatan dan peraturan pemerintah agar dapat mengurangi kenaikan covid-19, dengan langkah kecil yang kita lakukan tentu akan memberi dampak yang baik untuk kita sendiri dan lingkungan kita. Adapun langkah untuk menjaga diri kita yaitu dengan vaksin. Masih banyak orang takut akan dengan vaksinasi ini sendiri dikarenakan efek samping setelah vaksin dan rumor tidak benar yang beredar di masyarakat, tentu hal ini perlu diperjelas lagi oleh pemerintah dengan memberi pengetahuan secara berkala berdasarkan fakta aktual agar masyarakat dapat yakin dan percaya dengan vaksin,” ujar Farah.

“Masih banyak orang ketakutan dengan adanya vaksin yang diberikan oleh pemerintah, karena beberapa orang mengunggah dirinya memiliki dampak negatif setelah vaksin, padahal yang terkena dampak seperti itu hanya sedikit kemungkinan. Masih banyak juga yang tidak percaya dengan vaksin, namun sebaiknya juga menghormati orang yang percaya/ingin vaksin secepatnya. Saya sebagai netizen pernah menemukan komentar yang sedikit kasar dengan kesan mengolok-ngolok tentang vaksin dan covid-19 ini. Hal ini dirasa terlalu berlebihan, memang hanya sebuah kata-kata, tapi bagaimana kalau tenaga medis melihat komentarnya? Mungkin akan sakit hati karena selama ini mereka selalu merawat banyak sekali pasien-pasien yang benar-benar positif covid sampai kelelahan. Setidaknya tetap menghargai para tenaga medis dengan cara kesadaran kita sendiri untuk menjaga jarak dan menggunakan protokol kesehatan,” ucap Rahma Tiara, Mahasiswa Universitas Diponegoro.

Ada pula pendapat dari Nabilah Puspita Ningrum, Mahasiswa Universitas Islam Negri Jakarta “Kita tuh sebenernya harus berterimakasih banget sama tenaga medis apalagi mereka yang udah berjuang rame rame buat ngelawan covid-19 ini. Apalagi sekarang lagi tinggi – tingginya lagi kan covid di Indonesia. Jadi, menurut saya harusnya kita sebagai rakyat Indonesia juga harus bisa bantu tenaga medis dengan cara jaga jarak, menggunakan protokol kesehatan, dan yang paling penting suntik vaksin,” ujar Nabilah.

Sebagai masyarakat Indonesia, kita harus mengapresiasi tenaga medis yang telah berjuang di garda terdepan dan harus cerdas dan melawan Covid-19 bersama dengan berjaga jarak, tetap berada di rumah saja, menaati lrotokol kesehatan dan melakukan vaksinasi agar tetap sehat dan tidak terpapar Virus Corona.

Arindi Mutiara Kamilla, Mahasiswa IISIP Jurusan Jurnalistik 2018

Check Also

Menggantang Asa Dari Lautan Data

Matanya masih sembab karena kurang tidur. Kantung matanya masih hitam. Selepas menempuh perjalanan udara selama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *