Saturday , July 31 2021
Home / Berita / BSI Lakukan Auto Migrasi Untuk Nasabah ex-BRIS

BSI Lakukan Auto Migrasi Untuk Nasabah ex-BRIS

JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk melakukan proses auto migrasi lebih dari 395 ribu rekening nasabah ex BRIsyariah pada 21 Juli 2021. Proses auto migrasi ini bertujuan untuk mempercepat proses integrasi sistem tiga bank setelah merger sehingga nasabah bisa menikmati produk dan layanan Bank Syariah Indonesia dengan optimal.

Dalam automigrasi nasabah ex BRIsyariah ini jumlah DPK yang akan dimigrasikan senilai Rp9,7 triliun. Selain itu auto migrasi juga dilakukan terhadap 76 ribu rekening pembiayaan dengan nilai Rp15,6 triliun.

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi mengatakan dengan kondisi pandemi COVID-19 dan pemberlakukan PPKM level 3 dan level 4, BSI tetap optimis pelaksanaan migrasi bisa tetap berjalan sesuai dengan target yang ditentukan.

“Seiring dengan pemberlakukan PPKM tersebut kami juga telah mengubah skema migrasi sehingga nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang BSI untuk melakukan proses migrasi rekening, dimana kartu ATM ex-BRIS dan ex-BNIS masih bisa digunakan. Terkait mobile banking, nasabah ex-BRIS dan ex-BNIS agar memindahkan mobile banking ke BSI Mobile untuk dapat bertransaksi melalui mobile banking, karena mobile banking yang sebelumnya sudah tidak dapat digunakan. Diharapkan skema ini bisa mempercepat proses migrasi nasabah ex BRIsyariah,”kata Hery.

Dengan automigrasi ini, nasabah BRIsyariah tetap dapat melakukan transaksi perbankan di ATM Bank Syariah Indonesia terdekat di seluruh Indonesia. Untuk kemudahan transaksi, nasabah ex- BRIsyariah agar mengaktifkan layanan digital BSI Mobile dengan cara mendownload via Google Play Store atau App Store.

Saat ini sebanyak 3,9 juta nasabah ex BRIsyariah telah melakukan migrasi ke sistem Bank Syariah Indonesia. Jumlah itu setara dengan 28% dari total nasabah BSI. Selanjutnya BSI akan melakukan automigrasi rekening ex BNIsyariah pada 9 Agustus 2021.

Pasca peresmian pada 1 Februari 2021 lalu, BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, secara bertahap melakukan proses migrasi yang dimulai dari wilayah Regional Sulawesi dan sekitarnya. Lalu dilanjutkan dengan Regional Jawa Tengah, Regional Aceh, serta Regional Sumatera (Palembang, Medan, Padang dan kota lainnya).

Secara berurutan migrasi sistem telah dilaksanakan di wilayah Jakarta dan Bandung pada tanggal 5 Juli serta wilayah Surabaya dan Banjarmasin pada tanggal 12 Juli untuk nasabah payroll, priority dan lainnya. (AHM)

Check Also

Pakar: Penegak Hukum Asal Rampas Aset, Langgar HAM dan Wujud Ketidakadilan Sosial

Jakarta – Penyitaan hingga perampasan aset masyarakat yang tidak terkait tindak pidana korupsi berpotensi melanggar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *