Tuesday , December 7 2021
Home / Berita / Dukung Program Kendaraan Listrik Berbasis Baterai, Hutama Karya Pacu Pembangunan JTTS

Dukung Program Kendaraan Listrik Berbasis Baterai, Hutama Karya Pacu Pembangunan JTTS

Jakarta – Salah satu perusahaan konstruksi pelat merah, PT Hutama Karya (Persero) tengah menggenjot pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Hal itu merupakan salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap program percepatan transisi kendaraan listrik.

Dalam pembangunan, Hutama Karya menggandeng PT PLN (Persero) dalam menyiapkan SPKLU di beberapa lokasi rest area JTTS, dimana sumber listrik SPKLU tersebut direncanakan bersumber dari PLTS yang dibangun disekitar JTTS.

Direktur Operasi I Hutama Karya, Novias Nurendra, menuturkan Indonesia masih membutuhkan pembangunan pembangkit sebesar 11 GW/ tahun agar target pembangkit listrik terpasang pada tahun 2050 sebesar 443 GW berdasarkan Kebijakan Energi Nasional dan Rencana Umum Energi Nasional oleh Dewan Energi Nasional dapat tercapai.

Pembangkit listrik tersebut juga digunakan sebagai supply kendaraan listrik dan mendukung target pendapatan per kapita Indonesia sebesar USD 25,000 pada tahun 2045. Dalam memenuhi pemenuhan energi/ supply listrik tersebut, dibutuhkan pembangkit yang dapat memberikan harga listrik kompetitif agar di masa depan tidak diperlukan subsidi sehingga memberatkan keuangan PLN.

“Salah satu bentuk dukungan program percepatan transisi kendaraan listrik ini adalah dengan terbangunnya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). JTTS dapat hadir menjadi jalan tol yang menawarkan potensi solar PV, yang pemanfaatannya bisa sangat mendukung sumber listrik utama untuk SPKLU, sebagai penunjang kendaraan listrik berbasis baterai.”, terang Novias Nurendra, dalam webinar HK Expert Talk 2021 yang digelar secara daring.

Sementara itu, dalam rangka meningkatkan minat masyarakat terhadap kendaraan bermotor berbasis listrik, Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, memaparkan bahwa terdapat tiga hal yang menjadi tantangan industri otomotif di Indonesia, yakni waktu pengisian daya yang singkat, daya jangkau jelajah yang jauh, dan harga yang terjangkau, mengingat daya beli terbesar masyarakat Indonesia masih di kisaran Rp250-300juta.

“Selain tiga hal tersebut, program ini diharapkan seiring dengan pengadaan fasilitas penunjang, khususnya pembangunan infrastruktur fast charging di beberapa titik kota besar dan secara bertahap juga ke daerah, serta bengkel-bengkel bersertifikasi khusus untuk kendaraan bermotor berbasis listrik,”tuturnya.

Kemudian, Ir Bob Saril M.Eng.Sc, IPU, selaku Director of Commerce and Customer Management PT PLN (Persero) juga berpenapat bahwa kesiapan infrastruktur ini dapat dilihat dari sebaran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang diadakan oleh pihak PLN, maupun bekerja sama dengan pihak swasta dengan jumlah 140 unit di seluruh Indonesia, dan akan bertambah 168 unit pada tahun 2021.

Cadangan dan pasokan listrik yang besar dengan pembangkit listrik yang menggunakan renewable energy, membawa optimisme ke depan bahwa kebutuhan daya listrik sebagai pengisi baterai kendaraan bermotor di Indonesia akan tercukupi.

Terkait dengan pemanasan global yang menjadi perhatian seluruh masyarakat dunia, polusi udara adalah salah satu penyebabnya. Di pasar regional Asia, pangsa sepeda motor menjadi penyumbang polusi terbesar di sektor transportasi. Inilah yang menjadi tantangan dalam mengatasi pemanasan global dengan mengembangkan industri kendaraan listrik.

“Transisi energi dan net zero emission menjadi tidak hanya target Indonesia di tahun 2060, tetapi juga seluruh dunia,”ujar Dr. Ir. Djoko Siswanto, MBA, sebagai Sekjen Dewan Energi Nasional

Perkembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai yang nantinya akan masif ini telah dipertimbangkan oleh PLN selaku penyedia daya listrik di Indonesia.  Nantinya PLN akan menerapkan tarif khusus dan juga kompetitif.

Selain itu, PLN juga bakal memberikan subsidi dalam jangka waktu tertentu guna mendukung program akselerasi ini. Perencanaan infrastruktur dan pembangunan pembangkit listrik akan terus dilakukan dalam 10-15 tahun ke depan

Check Also

Divestasi Saham BVIC, Victoria Investama Raih Dana Rp6,48 Miliar

JAKARTA – PT. Victoria Investama Tbk (VICO) telah menjual sebanyak 360 juta lembar saham PT …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *