Tuesday , January 18 2022
Home / Berita / BEI Beberkan Tujuan Pengembangan 2 Papan Baru di Bursa

BEI Beberkan Tujuan Pengembangan 2 Papan Baru di Bursa

Jakarta – Dalam rangka meningkatkan perlindungan investor, pihak bursa mengaku sedang dalam tahapan pengembangan dua papan baru yaitu Papan New Economy dan Papan Pemantauan Khusus.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setya mengatakan, untuk Papan New Economy sendiri nantunya ditujukan untuk mencatatkan saham-saham dari innovative company yang memiliki pertumbuhan tinggi dan memiliki kemanfaatan sosial yang luas.

Bursa juga dapat mencatatkan saham-saham perusahaan yang memiliki Saham dengan Hak Suara Multipel (SHSM ) dalam struktur permodalannya di Papan New Economy ini.

Selain itu, Bursa akan menyematkan notasi khusus di kode saham Perusahaan Tercatat Papan New Economy.

“Dengan demikian diharapkan investor akan lebih aware saat mengambil keputusan investasi,” terangnya.

Adapun persyaratan pencatatan Papan ini lanjutnya akan menggunakan persyaratan pencatatan yang sama dengan Papan Utama sehingga akan diposisikan setara. Hal ini bertujuan agar Perusahaan Tercatat di Papan New Economy menjadi kompetitif di Pasar Modal dunia dan menarik bagi investor global.

Sedangkan untuk Papan Pemantauan Khusus, merupakan pengembangan dari Daftar Efek Pemantauan Khusus yang diatur dalam Peraturan II-S tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dalam Pemantauan Khusus yang berlaku pada 16 Juli 2021.

“Papan ini bertujuan untuk memberikan awareness kepada para investor dalam pengambilan keputusan berinvestasi terhadap Perusahaan Tercatat dengan kondisi tertentu,” jelasnya.

Adapun, perusahaan akan masuk ke dalam Papan Pemantauan Khusus bila memenuhi setidaknya satu dari kriteria sebagai berikut

Pertama harga rata-rata saham selama 6 bulan terakhir di Pasar Reguler dan/atau Pasar Reguler Periodic Call Auction kurang dari Rp51.

Kedua memperoleh opini disclaimer untuk Laporan Keuangan Auditan.

Ketiga tidak membukukan pendapatan atau tidak terdapat perubahan pendapatan pada Laporan Keuangan Auditan dan/atau Laporan Keuangan Interim terakhir dibandingkan dengan laporan keuangan yang disampaikan sebelumnya.

Keempat untuk Perusahaan Tercatat yang bergerak dalam bidang usaha pertambangan mineral dan batubara yang telah melaksanakan tahapan operasi produksi namun belum sampai tahapan penjualan atau yang belum memulai tahapan operasi produksi; atau merupakan induk perusahaan yang memiliki Perusahaan Terkendali yang bergerak di bidang mineral dan batubara yang telah melaksanakan tahapan operasi produksi namun belum sampai tahapan penjualan atau yang belum memulai tahapan operasi produksi, pada akhir tahun buku ke-4 sejak tercatat di Bursa, belum memperoleh pendapatan dari kegiatan usaha utama.

Kelima memiliki ekuitas negatif pada laporan keuangan terakhir dan Keenam tidak memenuhi persyaratan untuk dapat tetap tercatat di Bursa sesuai dalam peraturan I-A tentang pencatatan saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan Oleh Perusahaan Tercatat (untuk Papan Utama dan Papan Pengembangan), peraturan I-V tentang Ketentuan Khusus Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham di Papan Akselerasi (untuk Papan Akselerasi)

Ketujuh memiliki likuiditas rendah dengan kriteria nilai transaksi rata-rata harian saham kurang dari Rp5.000.000 dan volume transaksi rata-rata harian saham kurang dari 10.000 saham selama 6 bulan terakhir di Pasar Reguler dan/atau Pasar Reguler Periodic Call Auction

Kedelapan dalam kondisi dimohonkan penundaan jewajiban pembayaran utang (PKPU), pailit atau pembatalan perdamaian yang berdampak material terhadap kondisi perusahaan tercatat berdasarkan penilaian Bursa dan/atau berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan tercatat.

Kesembilan memiliki anak perusahaan yang kontribusi pendapatannya material bagi perusahaan tercatat dan anak perusahaan tersebut dalam kondisi dimohonkan PKPU, Pailit; atau Pembatalan Perdamaian yang berdampak material terhadap kondisi Perusahaan Tercatat berdasarkan penilaian Bursa dan/atau berdasarkan keterbukaan informasi Perusahaan Tercatat.

Kesepukuh dikenakan penghentian sementara perdagangan Efek selama lebih dari 1 Hari Bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan; dan/atau

Terakhir kondisi lain yang ditetapkan oleh Bursa setelah persetujuan atau perintah OJK.

“Keberadaan saham Perusahaan Tercatat pada Papan Pemantauan Khusus tidak bersifat permanen. Apabila perusahaan mampu berada pada kondisi normal seperti tidak lagi berada pada ketentuan nomor 1 sampai dengan nomor 11 dan harga saham paling kurang Rp50, maka perusahaan dapat keluar dari Papan Pemantauan Khusus dan kembali pada papan pencatatan sebelumnya,” tutup I Gede Nyoman Yetna Setya. (DM)

Cek juga

Inovasi Produk, Asuransi Simas Jiwa Gandeng Bank CCB Indonesia Luncurkan “SiJi Smart Kid”

JAKARTA – PT Asuransi Simas Jiwa (Asuransi Simas Jiwa) mempererat sinergi dan kolaborasi dengan PT Bank …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *