Monday , January 17 2022
Home / Berita / Resource Alam (KKGI) Masih Meninjau Kebijakan Terkait Larangan Ekspor Batubara

Resource Alam (KKGI) Masih Meninjau Kebijakan Terkait Larangan Ekspor Batubara

JAKARTA – PT. Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) mengaku bahwa saat ini Anak Perseroan PT Insani Baraperkasa masih menunggu evaluasi dan peninjauan kembali sesuai yang tertera dalam surat B-1605 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang salah satu isinya tentang dilarangnya melakukan penjualan batubara ke luar negeri sejak tanggal 1 sampai dengan 31 Januari 2022.

Direktur Agoes Soegiarto.S, menuturkan, Perseroan mengharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama mendapatkan surat kelanjutan dari ekspor batu bara tersebut, untuk memberikan kepercayaan kepada para pelanggan dan menghindari hal-hal lain yang kemungkinan bisa berdampak.

“Kami akan terus memonitor kemungkinan kemungkinan dan dampak yang akan ditimbulkan dari kewajiban tersebut,”katanya, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/1).

Berdasarkan surat dari Kementerian ESDM Pada tanggal 31 Desember 2021 nomor B1605/MB.05/DJB.B/2021 tentang :
– (a) dilarang melakukan penjualan batubara ke luar negeri sejak tanggal 1 sampai dengan 31 Januari 2022,
– (b) wajib memasok seluruh produksi batubaranya untuk memenuhi kebutuhan listrik untuk kepentingan umum sesuai kewajiban pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan/atau penugasan dari Pemerintah kepada perusahaan dan/atau kontrak dengan PT PLN (Persero) dan Independent Power Producer (IPP), dan
– (c) dalam hal sudah terdapat batubara di pelabuhan muat dan/atau sudah dimuat di kapal, agar segera mengirimkan batubara tersebut ke PLTU milik Grup PT PLN (Persero) dan IPP, yang pelaksanaannya agar segera diselesaikan dengan PT PLN (Persero).

Cek juga

Inovasi Produk, Asuransi Simas Jiwa Gandeng Bank CCB Indonesia Luncurkan “SiJi Smart Kid”

JAKARTA – PT Asuransi Simas Jiwa (Asuransi Simas Jiwa) mempererat sinergi dan kolaborasi dengan PT Bank …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *