Thursday , October 6 2022
Home / Berita / SMGR Gelontorkan Rp1,4 Triliun Untuk Perkuat Kinerja Ekspor
lantaibursa.id/HO PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menyiapkan skenario usaha dalam menanggulangi dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19 menuju The New Normal BUMN.

SMGR Gelontorkan Rp1,4 Triliun Untuk Perkuat Kinerja Ekspor

JAKARTA-Semen Indonesia Group (SIG) melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), mulai menggarap proyek pengembangan pelabuhan Terminal Khusus di Tuban, Jawa Timur. Pengembangan dilakukan demi memperkuat kinerja emiten berkode saham SMGR itu dalam menjawab kebutuhan pasar luar negeri, terutama dalam hal permintaan ekspor semen dan clinker. Proyek yang menelan investasi hingga Rp1,4 triliun tersebut diantaranya meliputi peningkatan kapasitas terminal dari semula 15.000 DWT menjadi 50.000 DWT, dengan membangun trestle jetty dan jetty platform baru dari jetty existing. “Selain (peningkatan kapasitas) itu, untuk menunjang kebutuhan operasi di pabrik, dibangun juga fasilitas blending silo system kapasitas 8.000 ton, clinker silo system kapasitas 15.000 ton, dan cement silo system kapasitas 2 x 18.000 ton. Lalu juga alat transportasi berupa tube conveyor beserta sarana pendukungnya untuk mengirim semen curah dari silo ke kapal,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama SBI, Lilik Unggul Raharjo, dalam keterangan resminya, Jumat (28/1).

Menurut Lilik, proyek pengembangan dermaga dan sarana produksi semen di Tuban merupakan salah satu realisasi kerjasama strategis antara SBI dengan Taiheiyo Cement Corporation (TCC) yang mulai resmi berjalan sejak 4 Agustus 2021. Proyek pengembangan tersebut direncanakan untuk mampu memenuhi permintaan pasar ekspor hingga 500 ribu ton semen per tahun. “Pengembangan dermaga ini melengkapi kemampuan pabrik Tuban untuk memperluas jangkauan pasar ekspor dalam sinergi bersama SIG dan TCC. Kami juga akan memiliki sarana transportasi untuk mengirim semen curah dari silolangsung menuju ke kapal”, tutur Lilik.

Pengembangan dermaga dan sarana produksi serta transportasi ini diperkirakan bakal memakan waktu selama dua tahun ke depan. Proyek ini disebut menjadi langkah strategis SBI untuk berkontribusi pada akselerasi perwujudan visi SIG menjadi penyedia solusi bahan bangunan terbesar di regional, melalui optimalisasi utilisasi aset-aset perusahaan dan peningkatan arus kas dan profitabilitas. “Proyek (pengembangan) Ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menyediakan produk untuk ekspor. Tidak hanya komitmen perusahaan kepada investor, tetapi juga bagian dari komitmen negara yang memberikan kenyamanan kepada investor asing untuk berinvestasi di Indonesia,” ujar Direktur Strategi Bisnis dan Pengembangan Usaha SIG, Aulia Mulki Oemar, dalam kesempatan yang sama. (JAT)

Cek juga

BRI Menanam Proyeksikan Kontribusi Penurunan Emisi Karbon Hingga 23% di 2025

Jakarta, Lantaibursa.id – Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk turut menjaga ketahanan iklim melalui pengurangan emisi karbon. Hal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *