Tuesday , July 5 2022
Home / Berita / SMGR cs Dongkrak Mutu Pendidikan Ponpes Lewat Pelatihan Bisnis Terapan

SMGR cs Dongkrak Mutu Pendidikan Ponpes Lewat Pelatihan Bisnis Terapan

JAKARTA – PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau juga disebut Semen Indonesia Group (SIG) bersama dengan 31 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya menggelar pelatihan bisnis terapan di 26 pondok pesantren di Jawa Timur. Melalui pelatihan tersebut, diharapkan jejaring BUMN dapat berkontribusi terhadap peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di kalangan pondok pesantren (ponpes).

Program ini sejalan dengan arahan dari Menteri BUMN, Erick Thohir, yang meminta agar perusahaan-perusahaan BUMN juga turut mengambil peran dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Seperti halnya lembaga-lembaga pendidikan lain, menurut Erick, pondok pesantren juga memiliki peran sangat penting dalam membangun fondasi sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Termasuk juga dalam hal perekonomian dan dunia usaha.

“Kita tidak mau umat (Islam) yang mayoritas ini hanya menjadi buih dalam perekonomian Indonesia. Kita harus menjadi ombak yang menjaga fondasi negara kita. Peran pondok pesantren sangat penting, tidak hanya untuk membangkitkan ekonomi umat, namun juga ekonomi kerakyatan Indonesia,” ujar Erick, dalam keterangan resminya, Sabtu (11/6).

Atas arahan langsung dari Menteri BUMN tersebut, PT Semen Indonesia Tbk (SIG) bersama 31 BUMN lainnya berkolaborasi dengan menggelar Pelatihan Bisnis Terapan bagi 78 pengajar dari 26 pondok pesantren di Jawa Timur. Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Erick, dengan didampingi oleh Direktur SDM dan Umum SIG, Agung Wiharto, di Pondok Pesantren Qomaruddin, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu (11/6/2022).

Program pelatihan diawali dengan kegiatan Training of Trainer (ToT) Pesantrenpreneur 2022. ToT merupakan kegiatan pelatihan kepada pengasuh dan guru pesantren untuk meningkatkan kualitas hard skill sebagai bekal ilmu dan pengalaman untuk diajarkan kepada santri di pondok pesantren.

Materi yang diajarkan pada pelatihan adalah Teknologi dan Rekayasa, Teknologi dan Informasi, Kesehatan, Agrobisnis, Perikanan dan Agroteknologi, Bisnis dan Manajemen serta Tata Rias dan Tata Boga.

“Lewat pelatihan ini, kami ingin membangun kemandirian pesantren dan meningkatkan keterampilan santri agar memiliki jiwa kewirausahaan, dapat melihat peluang usaha, memanfaatkan jaringan untuk berkolaborasi, dan menerapkan teknologi berbasis digital,” ujar Direktur SDM dan Umum SIG, Agung Wiharto, dalam kesempatan yang sama.

Tak hanya SIG, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dalam kolaborasi ini juga menandatangani ganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universtias Airlangga, tentang Pendampingan Implementasi Pendidikan Bisnis Terapan bagi pondok pesantren di Jawa Timur.

Lewat kerjasama tersebut, kedua BUMN bakal melakukan pendampingan selama satu tahun ke depan, dengan harapan usaha yang dijalankan pondok pesantren dapat berkembang dan mampu bersaing. (JAT)

Cek juga

Tok, DPR Setujui PMN 2023 untuk BUMN

JAKARTA – Komisi VI DPR menyetujui usulan penyertaan modal negara (PMN) 2023 dan inisiatif aksi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *