Thursday , October 6 2022
Home / Berita / Minat Investor Tinggi, Saham Jhonlin (JARR) Alami Kelebihan Permintaan Hingga 7 kali

Minat Investor Tinggi, Saham Jhonlin (JARR) Alami Kelebihan Permintaan Hingga 7 kali

Batulicin, Lantaibursa.id – PT Jhonlin Agro Raya Tbk melaksanakan Pencatatan dan Perdagangan Perdana Saham (Listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Kamis, tanggal 04 Agustus 2022. Emiten bersandikan saham JARR ini akan menjadi perusahaan tercatat ke – 33 pada tahun 2022 dan Perusahaan tercatat ke 799 di BEI.

 

Masa Penawaran Umum Perdana Saham (Offering Period) telah berlangsung pada tanggal 29 Juli – 2 Agustus 2022, dan berhasil meraih dana sebesar Rp366,8 miliar dari pelepasan sebanyak 1,22 miliar lebih saham yang merupakan 15,29 % dari modal disetor dan ditempatkan kepada masyarakat dengan harga penawaran Rp300,- per saham.

 

“Pencatatan saham ini merupakan realisasi dari komitmen manajemen untuk Go Public melalui mekanisme perdagangan di BEI. Mulai saat ini PT Jhonlin Agro Raya Tbk resmi menjadi perusahaan publik”, demikian disampaikan oleh Zafrinal, Direktur Utama JARR.

 

Dana hasil IPO ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan sekitar 21% (dua puluh satu persen) untuk pembayaran sebagian biaya pembangunan Pabrik Kelapa Sawit, dan sekitar 79% (tujuh puluh sembilan persen) akan digunakan untuk modal kerja.

 

Dalam aksi korporasi ini emiten telah menunjuk Penjamin Pelaksana Emisi Efek yakni PT Investindo Nusantara Sekuritas serta 3 Penjamin Emisi Efek yaitu PT Panca Global Sekuritas, PT Binaartha Sekuritas dan PT Lotus Andalan Sekuritas.

 

Menurut Anshy ML Mawuntu, Direktur Investment Banking PT Investindo Nusantara Sekuritas, pada masa Penawaran Umum yang menggunakan sistem penawaran elektronik ini, tercatat sebanyak hampir 27 ribu pemesanan saham JARR dengan jumlah 2,4 triliun. Dari total pemesanan saham yang masuk, sejumlah lebih dari 7 miliar saham merupakan permintaan yang berasal dari pooling allotment, sehingga terjadi oversubscribed sebesar 58x dan kelebihan permintaan sebanyak hampir 7x dari total saham yang ditawarkan.

 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan JARR, Temmy Iskandar menjelaskan bahwa fundamental Perseroan sangat baik. Perseroan berhasil membukukan penjualan pada periode 3 (tiga) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2022 sebesar Rp1,3 triliun, naik 12.433% dibandingkan penjualan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2021. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh adanya peningkatan volume penjualan FAME, seiring beroperasinya pabrik biodiesel Perseroan pada September 2021 serta produk baru PFAD, RBDPO, Glycerin dan Fatty Mater.

 

Dengan pencapaian positif itu Perseroan berencana membagikan deviden setelah IPO dengan besaran deviden sebanyak-banyaknya 15% dari laba bersih tahun buku 2023 dan dibayarkan pada tahun 2024, untuk Rp50-100 miliar dan sebanyak-banyaknya 20% untuk diatas Rp100 miliar.

 

Sebagai informasi saja, bahwa pada tanggal 31 Maret 2022, total aset Perseroan sebesar Rp3.3 triliun dengan total liabilitas sebesar Rp2,4 triliun dan total ekuitas sebesar Rp834 miliar.

Cek juga

BRI Menanam Proyeksikan Kontribusi Penurunan Emisi Karbon Hingga 23% di 2025

Jakarta, Lantaibursa.id – Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk turut menjaga ketahanan iklim melalui pengurangan emisi karbon. Hal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *