Friday , September 23 2022
Home / Berita / Pasar Modal Indonesia Beri Bantuan Peralatan Pendukung Ruang Operasi Untuk Rumah Sakit Apung

Pasar Modal Indonesia Beri Bantuan Peralatan Pendukung Ruang Operasi Untuk Rumah Sakit Apung

Jakarta, Lantaibursa.id – Memasuki semester dua tahun 2022, Self-Regulatory Organization (SRO) di pasar modal Indonesia yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melanjutkan kegiatan corporate social responsibility (CSR) dalam rangka Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia (HUT Pasar Modal Indonesia).

Sejak tahun 2021, SRO secara aktif dan konsisten memberikan bantuan dalam bidang kesehatan. Pada kesempatan kali ini, SRO memberikan bantuan kepada Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) berupa peralatan pendukung ruang operasi untuk Rumah Sakit Apung Dr Lie Dharmawan II senilai Rp1,64 miliar. Adapun pemberian bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian pasar modal kepada masyarakat khususnya di daerah dalam meningkatkan pelayanan pada bidang kesehatan.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Direktur KSEI selaku perwakilan Panitia HUT Pasar Modal Indonesia, Syafruddin kepada dr Lie Dharmawan selaku pendiri Rumah Sakit Apung di bawah naungan doctorSHARE. Penyerahan bantuan peralatan pendukung ruang operasi Rumah Sakit Apung dr Lie Dharmawan II juga dihadiri oleh Direktur Utama KPEI Iding Pardi, Direktur BEI Risa E. Rustam dan Deputi Direktur Pengembangan Sistem Informasi Pasar Modal OJK Gustaf Rajagukguk.

Direktur KSEI Syafruddin dalam sambutannya menyampaikan, “doctorSHARE melalui Rumah Sakit Apung memberikan kontribusi medis kepada masyarakat yang membutuhkan hingga ke wilayah pelosok. Hal ini sangat penting karena demografi Indonesia yang memiliki 62% luas wilayah yang berbentuk laut dan perairan. Dengan semangat untuk membantu kemanusiaan, terutama untuk daerah pelosok, pasar modal Indonesia ingin mendukung semangat tersebut dengan memberikan bantuan peralatan untuk Rumah Sakit Apung dr Lie Dharmawan II, yang diharapkan dapat memberikan kemudahan akses kesehatan masyarakat,” jelas Syafruddin.

doctorSHARE merupakan organisasi kemanusiaan nirlaba yang berfokus kepada pelayanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan dengan memberikan bantuan medis kepada masyarakat yang membutuhkan, salah satunya melalui program Rumah Sakit Apung dr Lie Dharmawan II. Sebelumnya, Rumah Sakit Apung dr Lie Dharmawan mengalami karam saat memberikan pelayanan medis di daerah bencana Seroja di perairan Nusa Tenggara Timur pada 16 Juni 2021. Sebagai penggantinya, doctorSHARE telah melakukan pembangunan kapal kedua yang selesai pada Februari 2022 dan membutuhkan sarana kesehatan penunjang, seperti pembangunan ruang operasi yang penyediaan alat medisnya dilakukan oleh pasar modal Indonesia.

Dr Lie Dharmawan menyambut baik pemberian bantuan dari pasar modal Indonesia dan berterima kasih atas donasi yang akan digunakan untuk peningkatan layanan medis untuk masyarakat di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar. “Kapal RS Apung dr Lie Dharmawan II ini merupakan hasil gotong royong semua pihak yang peduli dan berkeinginan membantu sesama. Hal ini merupakan upaya untuk mengamalkan Pancasila sila ke-5, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, serta berkaitan dengan kemerdekaan, yaitu kemerdekaan bagi rakyat di daerah untuk mendapatkan akses kesehatan,” kata dr Lie.

Kegiatan CSR tersebut merupakan salah satu kegiatan utama yang termasuk dalam rangkaian kegiatan peringatan HUT Pasar Modal Indonesia yang menggunakan dana dari pendapatan transaksi bursa serta pendapatan jasa kustodian sentral. Dana CSR juga mencakup bantuan dari 92 pelaku industri pasar modal Indonesia, diantaranya adalah penerbit efek, perusahaan efek dan pihak lain. Total dana yang terkumpul sebesar Rp66,08 miliar, dengan Rp40,92 miliar berasal dari pendapatan transaksi bursa dari BEI, KPEI dan KSEI serta pendapatan jasa kustodian sentral. Sisanya sebesar Rp25,16 miliar berbentuk dana dan Rp394 juta berbentuk natura merupakan donasi dari pelaku pasar modal Indonesia.

Hingga Juni 2022, total dana yang sudah disalurkan SRO dalam rangka HUT Pasar Modal Indonesia untuk kegiatan CSR ini mencapai sekitar Rp53,88 miliar untuk berbagai kegiatan, antara lain pelaksanaan vaksinasi sebanyak lebih dari 900 ribu orang di 91 lokasi yang tersebar di 18 Provinsi, kegiatan donor darah yang telah berhasil mengumpulkan sekitar 15.000 kantong darah dan 219 kantong darah plasma, santunan kepada 333 ahli waris tenaga kesehatan, serta pemberian makan siang rutin kepada 390 tenaga pemakaman umum. Kegiatan juga dilaksanakan dalam bentuk dukungan penyediaan alat-alat kesehatan seperti tabung oksigen dan oksigen konsentrator ke rumah sakit serta puskesmas, termasuk juga ambulan darat maupun laut. Secara khusus, bantuan juga telah disalurkan melalui Pusat Analisis Determinan Kesehatan (PADK) – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam bentuk oksigen konsentrator dan oximeter senilai hampir Rp2 miliar.

Kegiatan CSR yang dilakukan SRO akan kembali diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan HUT Pasar Modal Indonesia ke-45 yang dimulai pada Agustus 2022. Mengemban amanah dengan semangat mengusung perwujudan harapan bersama yaitu pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat untuk memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia, SRO kembali menggalang dana dari pendapatan transaksi bursa dan pendapatan jasa kustodian sentral untuk kegiatan CSR HUT Pasar Modal. Pada 9 Agustus 2022, diperoleh dana sebesar Rp8,845 miliar yang akan digunakan untuk kesejahteraan masyarakat di bidang lingkungan, kesehatan, pendidikan, sosial serta ekonomi.

Pada 25 Agustus 2022 mendatang, pasar modal Indonesia akan menyambangi Provinsi Lampung untuk memberikan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Pesawaran berupa mobil ambulans yang dilengkapi dengan Barang Medis Habis Pakai (BMHP) dan beberapa alat kesehatan lainnya senilai lebih dari Rp300 juta.

Cek juga

Itama Ranoraya Optimistis Raih Kinerja Positif Seiring Pertumbuhan Industri Alat Kesehatan

JAKARTA – Potensi pasar alat kesehatan (alkes) di Indonesia masih menjanjikan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *