Thursday , May 16 2024
Home / Berita / Surya Semesta Internusa Gapai Pendapatan Rp 1,83 Triliun

Surya Semesta Internusa Gapai Pendapatan Rp 1,83 Triliun

Jakarta – PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) membukukan pendapatan sebesar Rp 1,83 triliun di semester I-2023, angka itu naik 18,7 persen dari posisi pendapatan sebesar Rp 1,54 triliun pada semester I-2022.

VP Head of Investor Relations Surya Semesta Internusa, Erlin Budiman mengatakan, peningkatan pendapatan perusahaan dikarenakan kinerja yang kuat pada pendapatan dari sektor perhotelan dan konstruksi yang masing-masing mencapai Rp 218,6 miliar (naik 122,3 persen) dan Rp 82,6 miliar (naik 7,2 persen).

“Lalu pada pendapatan pada segmen bisnis properti SSIA meningkat sekitar 10,5 persen menjadi Rp 24,3 miliar,” ujar dia dalam keterangannya, Selasa (8/8/2023).

Adapun laba kotor perusahaan meningkat 54,1 persen menjadi Rp454,2 miliar per semester I-2023, naik dari posisi Rp 294,8 miliar di periode yang sama tahun 2022.

“Itu karena peningkatan laba kotor dari sektor perseroan yang naik 166 persen menjadi Rp156,1 miliar,” ucap dia.

Tingkat EBITDA perseroan di semester I-2023, naik 100,7 persen menjadi Rp 183,9 miliar, dari posisi semestes I-2022 sebesar Rp 91,6 miliar.

Itu akibat peningkatan EBITDA dari sektor perhotelan perusahaan 1.922,2 persen menjadi Rp 103,2 miliar.

Meski meningkat, sebut dia, perusahaan tetap mengalami rugi bersih sebesar Rp 51,2 miliar per semester I-2023.

Angka itu mengalami penurunan, karena perusahaan mengalami laba bersih sebesar Rp 79,5 miliar per semester I-2022.

“Terutama disebabkan oleh penurunan sebesar 30,4 persen secara year on year (YoY) pada segmen bisnis properti. Dibandingkan dengan laba bersih pada semester I-2022 yang tidak termasuk hasil divestasi bisnis gudang SSIA,” tutur dia.

Posisi kas perusahaan sebesar Rp 818,6 miliar di semester I-2023, mengalami penurunan sebesar 25,2 persen dari Rp 1,094 triliun per semester I-2022.

Posisi aset perusahaan akhir Juni 2023 tercatat sebesar Rp 7,89 triliun. Terdiri dari aset lancar sebesar Rp 2,82 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp 5,07 triliun.

Cek juga

DRMA Torehkan Sejarah, Pertama Kali Ekspor Komponen Otomotif ke Amerika Serikat

Jakarta, Lantaibursa.id – Emiten manufaktur komponen otomotif terkemuka di Indonesia, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *