Tuesday , April 16 2024
Home / Berita / Emiten Pelayaran (ELPI) Berhasil Catat Pendapatan Rp1 Triliun pada 2023

Emiten Pelayaran (ELPI) Berhasil Catat Pendapatan Rp1 Triliun pada 2023

Jakarta, Lantaibursa.id – PT Pelayaran Nasional Ekalya Punamasari Tbk menyampaikan hasil kinerjanya di sepanjang 2023 lalu. Untuk  pendapatan, emiten pelayaran bersandikan ELPI ini berhasil membukukan perolehan hingga Rp1 triliun hingga akhir tahun.

“Alhamdulillah, berkat kinerja seluruh elemen perusahaan, kami berhasil mencatat hasil kinerja yang menggembirakan di sepanjang tahun lalu,” ujar Direktur Utama ELPI, Eka Taniputra, dalam keterangan resminya.

Pencapaian setelah pandemi ini, menurut Eka, patut disyukuri, sekaligus menjadi pertanda bangkitnya perekonomian Indonesia, khususnya di bidang offshore.

“Sejak listing pada 2022 lalu, kami telah mempersiapkan ekspansi selain di bidang Offshore. Dan so far telah memberikan dampak yang positif bagi kinerja konsolidasi pada Laporan Keuangan Audit kami di 2023, hingga mencapai 41 persen dari total pendapatan,” tutur Eka.

Berdasar laporan keuangan yang dipublikasikan sendiri, nilai pendapatan yang berhasil diraih ELPI di sepanjang 2023 tercatat mencapai Rp1,07 Triliun.
 
Kinerja dua anak usaha, yaitu PT ELPI Nusantara Armada (ENA) yang bergerak dibidang Tug & Barge angkutan batubara, dan PT Samudera Luas Sejahtara Abadi dibidang Bulk & Transhment, sukses berkontribusi terhadap kinerja ELPI sebesar Rp444,66 milliar.

Hal ini terjadi di tengah moncernya pendapatan Offshore perusahaan, yang masih memberikan kontribusi terbesar, yaitu mencapai Rp633,98 milliar.

“Peningkatan revenue dari bidang Offshore dan non Offshore membawa dampak positif pada laba bersih kami, yaitu mencapai Rp161,19 milliar. Meningkat sebesar 55 persen dari capaian di 2022 yang sebesar Rp103,90 milliar,” tutur Eka.

Kemampuan ELPI atas Debt Equity Ratio dari tahun ke tahun, dikatakan Wawan, mengalami kenaikan secara tahunan (year on year/YoY) dari 14 persen menjadi 26 persen.

“Hal ini menandakan kemampuan ELPI atas kewajibannya sangat positif, di mana total ekuitas & liabilitas di 2023 sebesar Rp2,36 triliun, dengan ekuitas sebesar Rp1,86 triliun. Sedangkan liabillitas sebesar Rp493,57 milliar,” ungkap Eka. 

Kenaikan liabiltas dikatakan Wawan sejalan dengan investasi, ekspansi dan eksplorasi pada entitas anak ENA & SLSA atas pengadaan kapal tug & barge dan mother vessel.

Namun kinerja ENA & SLSA telah memberikan dampak pada revenue konsolidasian ELPI sebesar 41 persen, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya oleh pihak manajemen.

Pada 31 Desember 2023, Grup berhasil mencatatkan peningkatan EBITDA sebesar 29 persen YoY menjadi Rp311,644 juta, di mana pada aspek solvabilitas, Debt to Equity Ratio (DER), Debt Service Ratio (DSCR) dan Current Ratio masing-masing tercatat sebesar 503 persen, 5,38, dan 26 persen.

“Hal ini menunjukkan Grup mampu menjaga dan memenuhi covenant yang ditetapkan oleh Bank Kreditur yaitu untuk DER kurang dari 230 persen, DSCR di atas 1 kali (100 persen), dan Current Ratio di atas 1 kali (100 persen),” papar Eka.

Sejak 2020, Eka menjelaskan, ELPI telah memiliki roadmap bisnis yang saat ini telah direalisasikan. Karenanya, Eka menilai bahwa dua hingga tiga tahun ke depan merupakan momen pencapaian laba yang signifikan dan lebih besar bagi entitas anak untuk laporan keuangan konsolidasian.

Hal ini dikarenakan untuk ENA sendiri pada tahap I telah merampungkan 5 kapal set tug & barge yang saat ini telah beroperasi, di mana selama ini dari total kontrak + 20 kapal set tug & barge masih menggunakan kapal pihak ketiga.

“Namun dalam Q2 sudah tergantikan dengan lima kapal milik sendiri dan kami juga telah mengalokasikan Capex sebesar Rp1 triliun untuk ekspansi pada ELPI dan entitas anak termasuk ENA dan SLSA,” urai Eka.

Eka menyebut untuk ENA sendiri juga memberikan target dalam periode 2024-2025 berencana untuk menambah armada lagi sebanyak 5 (lima) set tug & barge dan segera dapat dioperasionalkan.

Sehingga memperkuat posisi dibidang tug & barge yang tentunya akan berdampak posifit pada laporan keuangan ELPI,” tandas Eka.

Dari alokasi Capex Rp1 triliun tersebut, selain untuk investasi tug & barge, offshore support vessel, ke depan ELPI juga telah berencana untuk memperkuat posisi entitas anak SLSA dengan akan menambah 1(satu) unit kapal Mother Vessel lagi jenis Supermax atau Panamax tergantung kebutuhan dan opportunity.

Dengan demikian, nantinya untuk SLSA sendiri meskipun baru beroperasi di bulan April tahun lalu sudah siap bersaing dengan mempunyai 1(satu) kapal Mother Vessel Supramax dan 1 (satu) kapal Mother Vessel jenis Supermax/Panamax yang lebih besar untuk operasional bulk & transhipment dari Kalimantan Timur ke Sulawesi Tengah.

“Selain itu ELPI juga berencana untuk melakukan pengadaan 4 (empat) offshore support vessel baik jenis AHT, AHTS & LCT yang kami tujukan agar ELPI yakin akan mampu mengeksplorasi pekerjaan offshore di Malaysia sebagai marine contractor yang memberikan solusi kemaritiman yang berkelanjutan secara menyeluruh di 3 (tiga) wilayah pembagian kerja Malaysia yakni Sarawak, Semenanjung dan Sabah,” jelas Eka.

Meski demikian, pencapaian dan kiprah ELPI di bidang non Offshore disebut Eka masih belum selesai.

Hal tersebut lantarabn dalam satu semester ke depan, ELPI melalui afiliasi juga akan memberikan sumbangsih bagi Indonesia untuk bidang pendidikan. 

“Nanti akan kita launch lini usaha ELPI lainnya, jadi ELPI akan merambah ke dunia pendidikan dimana hasil dari pendidikan tersebut akan memberikan kebanggaan bagi Indonesia atas Perwira Pelaut di Indonesia sehingga dapat bersaing & berkiprah di luar negeri dengan Perwira Pelaut asing,” tegas Eka. 

Cek juga

Bank DKI Raih Penghargaan Indonesia Best 50 CEO 2024

Jakarta, Lantaibursa.id – Bank DKI kembali meraih apresiasi dari lembaga independen, kali ini dari media …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *