Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the js_composer domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lantaibu/public_html/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lantaibu/public_html/wp-includes/functions.php on line 6121

Deprecated: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in /home/lantaibu/public_html/wp-content/plugins/js_composer/include/classes/core/class-vc-mapper.php on line 72
Valuasi Termurah di Kelasnya, Superbank Jadi Sorotan Jelang IPO – Lantai Bursa
Saturday , January 24 2026
Home / Berita / Valuasi Termurah di Kelasnya, Superbank Jadi Sorotan Jelang IPO

Valuasi Termurah di Kelasnya, Superbank Jadi Sorotan Jelang IPO

Jakarta, Lantaibursa.id – PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), bank digital yang siap melantai di Bursa Efek Indonesia, kembali menjadi sorotan investor setelah rentang harga IPO dan valuasinya dinilai sangat menarik dibandingkan bank digital lain. Dengan ekosistem yang kuat, yakni Grab dan Emtek Group yang menjadi pendukung utama, Superbank dipandang punya keunggulan kompetitif dalam ekspansi layanan digital dan akuisisi nasabah.

Berdasarkan hasil penawaran awal yang dilaksanakan pada 25 November–1 Desember 2025, harga IPO Superbank resmi ditetapkan sebesar Rp635 per saham. Perseroan menargetkan penghimpunan dana segar sekitar Rp2,79 triliun melalui pelepasan 4,4 miliar saham atau setara 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Dengan harga penawaran Rp635 per saham, Superbank disebut memiliki Price to Book Value (PBV) sekitar 2,64x, menjadikannya salah satu bank digital dengan valuasi paling rendah dibandingkan kompetitor. Angka tersebut berada jauh di bawah PBV bank digital seperti Bank Jago (ARTO), Allo Bank Indonesia (BBHI), maupun Bank Aladin Syariah (BANK).

CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, menegaskan bahwa Superbank berada pada level valuasi yang sangat kompetitif. “Pada PBV 2,64x, Superbank adalah salah satu bank digital dengan valuasi termurah di pasar. Jika dibandingkan dengan ARTO, BBHI, atau Aladin yang PBV-nya jauh lebih tinggi, maka secara valuasi Superbank berada pada level yang sangat menarik bagi investor,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa valuasi yang rendah membuka peluang rerating ke depan, khususnya jika Superbank berhasil mengeksekusi strategi pertumbuhan dan mengoptimalkan ekosistem digitalnya yang besar.
“Bank digital biasanya diperdagangkan dengan premi karena ekspektasi pertumbuhan yang besar. Namun Superbank saat ini justru berada di valuasi konservatif. Ini memberi peluang bagi investor yang ingin masuk lebih awal sebelum valuasinya menyesuaikan dengan kinerja dan ekspansi,” tambahnya.

Dalam prospektus, Superbank mengungkapkan bahwa sekitar 70% dana hasil IPO akan dialokasikan untuk modal kerja penyaluran kredit. Sisanya, sekitar 30%, dialokasikan sebagai belanja modal mulai 2026 hingga lima tahun ke depan, mencakup pengembangan produk pendanaan dan pembiayaan, digital payment system, infrastruktur teknologi informasi, penguatan sistem operasional, investasi pada AI & Data Analytics, serta peningkatan cybersecurity.

Dengan kombinasi valuasi rendah, dukungan ekosistem Grab–Emtek yang solid, strategi ekspansi kredit yang agresif, dan rencana belanja modal jangka panjang yang terstruktur, Superbank disebut sebagai salah satu kandidat bank digital yang berpotensi undervalued saat IPO.

Kini, pasar menantikan bagaimana eksekusi penggunaan dana IPO tersebut akan mendorong pertumbuhan bisnis Superbank serta apakah valuasinya akan mulai mengejar bank digital lain yang telah diperdagangkan pada level PBV lebih tinggi.

Cek juga

Direktur Utama Askrindo, M. Fankar Umran Dinobatkan sebagai CEO of the Year 2025 Versi Infobank

Jakarta, Lantaibursa.id – Direktur Utama PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), M. Fankar Umran, kembali menorehkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *