Friday , December 3 2021
Home / Berita / Naik Pesat, Barito Pacific Raih Laba Bersih USD271 Juta

Naik Pesat, Barito Pacific Raih Laba Bersih USD271 Juta

Jakarta – Perusahaan milik Prajogo Pangestu, yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menggapai laba bersih USD271 juta di kuartal III-2021. Pencapaian itu mengalami kenaikan 221 persen dari posisi USD84 juta di sembila bulan pertama tahun 2020.

Kenaikan laba dipengaruhi oleh pendapatan bersih perseroan yang mengalami kenaikan 39 persen menjadi USD2,31 miliar, dari posisi pendapatan sebesar USD1,66 miliar di kuartal III-2020.

Menurut Presiden Direktur Barito Pacific Agus Pangestu, hasil kinerja keuangan selama 9 bulan tahun 2021 mencerminkan bisnis yang tangguh dari kedua anak perusahaan.

“Meskipun berada di tengah kondisi yang menantang dan dinamis akibat dari varian Delta Covid-19 yang berkembang yang menyebabkan perlambatan permintaan di China dan aturan lockdown daerah berkelanjutan di Indonesia,” kata Presiden Direktur Barito Pacific, Agus Pangestu dalam keterangan resminya, Jumat (5/11/2021).

Hasil EBITDA perusahaan pun mengalami peningkatan 64%, dari USD391 juta di kuartal III-2020 menjadi USD639 juta di kuartal III-2021.

Margin EBITDA meningkat, dari 23% menjadi 28 persen di sembilan bulan pertama tahun ini. Itu mencerminkan marjin yang lebih baik dan sehat.

Kondisi keuangan perseroan yang meningkat juga terlihat dari total aset sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, yakni menjadi USD8,83 miliar dari posisi USD7,69 miliar di kuartal III-2020.

Dengan total liabilitas dan ekuitas masing-masing menjadi USD4,60 miliar dan USD4,23 miliar.

Agus menyebut, perseroan tetap disipilin dan terus mempertahankan posisi neraca yang kuat, dengan rasio hutang terhadap modal yang membaik menjadi 41,1% dari 47,5% di tahun lalu.

Kemudian, posisi hutang bersih terhadap EBITDA menjadi 1,09x dari 3,81x di September 2020.

Bisnis anak perusahaan makin membaik

Dia menyebut, bisnis panas bumi yang dijalankan oleh anak usaha, Star Energy terus memberikan kinerja dan stabilitas yang memuaskan, disamping secara signifikan meningkatkan jejak hijau dan upaya keberlanjutan perseroan.

Lalu bisa mempertahankan tingkat operasi yang optimal di ketiga aset untuk periode sembilan bulan awal di 2021.

Bisnis petrokimia yang dijalankan PT Chandra Asri Petrochemical juga melaporkan hasil operasional dan keuangan yang solid di sembilan bulan pertama tahun 2021, meski di tengah kondisi pasar dan periode yang menantang.

Di September 2021, Chandra Asri juga menyelesaikan Penawaran Umum Terbatas (PUT) III, yang telah dipesan secara penuh oleh investor utama baru, Thai Oil.

Setelah rights issue, posisi ekuitas Chandra Asri hampir mencapai USD3 miliar, dengan total liquidity pool sebesar USD2,2 miliar.

“Dengan selesainya tonggak utama ini, kami sekarang akan terus melangkah untuk mengambil Keputusan Investasi Akhir (FID) atas kompleks petrokimia kedua kami pada tahun 2022,” pungkas Agus Pangestu.

Check Also

Alumindo Incar Dana Rp800 Miliar Melalui Aksi Korporasi di Pasar Modal

JAKARTA – PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI) bakal menggelar aksi korporasi di pasar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *